SIAK (KR) Gubernur Riau Abdul Wahid meminta tidak ada intimidasi dalam pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di Kabupaten Siak yang digelar, Sabtu (22/3). Abdul bersama Forkopimda Riau meninjau PSU di TPS Khusus RSUD Tengku Rafian.
“Saya bersama Kapolda Riau, Kajati Riau dan Kasrem ingin memastikan proses demokrasi berjalan tertib dan aman. Tidak ada intimidasi dan dijamin keamanan. Warga boleh protes kalau ada, kesempatannya sekarang,” kata Abdul.
Ia juga mengimbau Calon Bupati dan Wakil Bupati Siak menerima hasil PSU karena Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memberikan ruang keadilan pasca pilkada, 27 November 2024. “Apapun yang terjadi, semua menerima. Setelah PSU ini, tidak ada pemungutan suara lagi. Kalau ada komplain, silakan sampaikan karena ini terbuka,” kata Abdul.
Ia menambahkan mereka yang ingin menemukan keadilan, sudah diberi kesempatan secara hukum. Namun, Abdul Wahid tidak bisa memastikan sengketa tidak berlanjut. Ia hanya berharap PSU Siak berakhir dan semua pihak menerima hasilnya.
Abdul Wahid juga minta KPU Siak bekerja dengan baik sehingga tidak ada lagi cacat administratif. Abdul mengatakan kunjungan ke Siak bertujuan untuk memastikan PSU berjalan tertib dan aman. Ia minta undangan PSU sampai ke pemilih sehingga bisa menggunakan hak suaranya. “Kami bawa KPU supaya tidak ada undangan yang tidak sampai ke pemilih,” kata Abdul. (FA)