SIAK (KR) Dalam rangka melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri) memberikan edukasi dan pelatihan kesehatan reproduksi kepada siswa SMAN 2 Tualang, Kabupaten Siak, Selasa (24 September 2024). Tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terkait kesehatan reproduksi di kalangan remaja.
Edukasi diikuti 50 siswa dan siswi Kelas X dan XI, kader serta guru pembina organisasi kesiswaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Program ini merupakan bagian dari upaya strategi untuk mengatasi masalah rendahnya kesadaran remaja terhadap kesehatan reproduksi yang sering dianggap tabu untuk dibicarakan di lingkungan masyarakat. Kader kesehatan yang tergabung dalam wadah PIK-R ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu menyampaikan kesehatan reproduksi dengan cara yang mudah dipahami dan diterima remaja.
Kegiatan yang berlangsung selama dua jam meliputi beberapa sesi edukatif dan interaktif yang membahas berbagai aspek kesehatan reproduksi. Materi yang disampaikan antara lain tentang fungsi organ reproduksi, siklus menstruasi, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta pencegahan penyakit menular seksual, termasuk edukasi mengenai vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks.
Selain itu, para siswa juga dilatih untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan hormonal dan bagaimana gaya hidup yang sehat dapat berkontribusi pada kesehatan reproduksi mereka di masa mendatang. Tidak hanya mendapatkan teori, kader kesehatan reproduksi yang dilatih juga diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan praktik, seperti simulasi dalam menggunakan alat bantu edukasi seperti poster, manekin, dan flipchart kesehatan reproduksi.
Selain itu, pelatihan keterampilan komunikasi dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada rekan mereka. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan mereka untuk menjadi duta kesehatan yang aktif dan efektif dalam mengedukasi lingkungan sekolah dan komunitas mereka.
Kepala SMAN 2 Tualang Santosa, SE, MM menyambut baik program ini dan menyampaikan penghargaan kepada Tim Pengabdian Masyarakat FK Unri. “Kami sangat berterima kasih atas inisiatif dan program edukasi ini. Kesehatan reproduksi sering kali topik menjadi yang sulit dibahas di sekolah, namun sangat penting bagi masa depan siswa-siswi kami,” kata Santosa.
Ia menambahkan dengan adanya kader kesehatan remaja, diharapkan siswa dapat menjadi teladan bagi teman-temannya dalam menjaga kesehatan diri.
Sementara itu, pemateri dari Tim Pengabdian Masyarakat FK Unri Dr. dr. Maya Savira, M.Kes menekankan pentingnya program ini dalam menciptakan generasi remaja yang lebih sadar terhadap kesehatan reproduksi. “Melalui edukasi yang tepat, kami ingin memastikan bahwa remaja tidak hanya memahami aspek biologis kesehatan reproduksi, tetapi juga aspek psikologis dan sosialnya. Remaja yang memahami kesehatan reproduksi dengan baik akan lebih siap dalam menghadapi tantangan di masa depan, baik dari segi kesehatan maupun dalam menjalani kehidupannya secara umum,” kata Maya.
Program edukasi dan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Tim Pengabdian Masyarakat FK UNRI untuk terus memberikan kontribusi dalam mendukung peningkatan kesehatan remaja di Provinsi Riau. Keberadaan kader kesehatan di sekolah diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyebarkan luaskan informasi dan menjaga kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi, sehingga dapat mencegah berbagai masalah kesehatan reproduksi sejak dini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuknya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap isu kesehatan reproduksi dan remaja mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara umum. Pengabdian masyarakat ini akan terus melakukan pemantauan dan pelatihan secara berkala terhadap para kader kesehatan untuk memastikan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki tetap relevan dan bermanfaat. (RLS)