PEKANBARU (KR) Seorang murid sekolah dasar diduga korban kekerasan sesama teman kelasnya meninggal dunia di Kota Pekanbaru, Riau. Orang tua murid mengaku anaknya bercerita mengalami perundungan atau bullying sebelum wafat.
Murid Kelas 6 SD Negeri 108 Kota Pekanbaru berinisial MA meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit di Kota Pekanbaru. Kematian MA tanggal 23 November 2025 lalu masih menyisakan duka bagi keluarganya. Menurut orang tua MA, anak mereka mengeluh sakit di bagian jantung dan paru-paru sebelum meninggal dunia.
Ibu MA, Deswita mengungkapkan anaknya mengaku mengalami kekerasan di sekolah. Peristiwa perundungan terjadi berulang kali di SD Negeri 108 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. MA mengeluh sakit di bagian dada karena ditendang teman sekelasnya.
Deswita menyebutkan anaknya sempat dirawat di rumah sakit dan dokter mengatakan ada luka di bagian jantung dan paru-paru. Orang tua melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk mendapatkan keadilan. “Dia bercerita katanya dipukul. Banyak yang mem-bully. Kejadiannya di dalam dan luar (sekolah). Dokter menyebut ada pendarahan di jantung dan paru-paru,” kata Deswita.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi membantah pihak sekolah lalai dalam mengawasi perilaku murid. Masykur juga membantah dinas pendidikan lamban mengusut kasus kekerasan yang terjadi sejak Oktober 2025 lalu.
Menurut Masykur, Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) SD Negeri 108 sudah menyelidiki kasus dugaan bullying ini. “Kejadian Oktober itu sudah ada upaya Satgas TPPK sesuai kewenangan. Cuma kejadiannya kita tidak tahu seperti apa. Sudah ada upaya,” kata Masykur. (FA)





