Laksamana Raja di Laut, Pejuang dari Tanah Melayu

BENGKALIS (KR) Laksamana Raja di Laut adalah pahlawan Melayu yang dikenal karena keberaniannya mengusir Belanda di Selat Malaka. Saat ini, situs bersejarah Laksamana Raja di Laut masih bisa ditemukan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Laksamana Raja di Laut merupakan gelar yang diberikan kepada panglima laut Kerajaan Siak tahun 1767 masehi. Salah satu jejak Laksamana Raja di Laut dijumpai di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. 

Di kawasan wisata sejarah ini terdapat makam Laksamana Raja di Laut ke-4, Datuk Ali Akbar dan saudaranya OK Noneng. Sultan Siak mengangkat panglima perang ini untuk menjaga wilayah kerajaan dari pantai timur Sumatera hingga Selat Malaka.

Menurut catatan sejarah, ada empat laksamana yang ditunjuk mengamankan laut Siak sesuai masanya, yakni Laksamana Raja di Laut pertama, Datuk Ibrahim, diteruskan Laksamana Raja di Laut kedua Datuk Khamis, Laksamana Raja di Laut ketiga Datuk Abdullah Saleh dan terakhir Laksamana Raja di Laut keempat Datuk Ali Akbar. 

Laksamana ditugaskan memimpin pasukan melawan VOC Belanda dan perompak atau bajak laut yang mengganggu kapal pedagang dari Kerajaan Malaka. Pada masa itu, Kerajaan Malaka menjalin hubungan perdagangan dengan Kerajaan Siak di Pulau Sumatera. 

Konon, dalam sejarahnya, Datuk Bandar Jamal sebagai pendahulu Laksamana Raja di Laut mampu mengalahkan Belanda dengan gagah berani dalam Perang Guntung 6 November 1759. 

Menurut pustakawan Riau Yarzam, perang tersebut menewaskan banyak tentara Belanda. Sejak saat itu, tidak ada lagi pasukan Belanda yang mengganggu kedaulatan Kerajaan Siak. “Sultan Mahmud dan Datuk Bandar Jamal menghancurkan seluruh tentara Belanda. Itu merupakan perang besar yang heroik saat Datuk Bandar Jamal mengusir Belanda,’ Kata Yarzam.

Selain makam Laksamana Raja di Laut, terdapat juga masjid dan rumah peninggalan pembesar Kerajaan Siak ini di Desa Sukajadi, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis. Rumah ini dihuni laksamana, anak dan istrinya. Di depan rumah, terdapat meriam tua yang digunakan untuk mengusir kapal Belanda dan perompak. Pemerintah Kabupaten Bengkalis sudah merenovasi dan menetapkan kompleks ini sebagai situs bersejarah.

Perjuangan Laksamana Raja di Laut menjaga wilayah perairan Nusantara patut menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya. Patriotisme pahlawan Melayu ini diharapkan semakin memperkuat semangat pengorbanan dan mencintai Tanah Air. (FA)

Array
Related posts
Tutup
Tutup