Jaksa Tuding Karhutla di Areal PT Adei Merusak Lingkungan

0

PANGKALAN KERINCI, KANALRIAU.COM — Kebakaran lahan milik PT Ade Plantation and Industry dituding telah merusak lingkungan di sekitarnya. Karena kualitas udara melebihi baku mutu ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup lainnya.

Tudingan itu disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nophy Tennophero SH MH dalam persidangan kedua kasus dugaan kebakaran lahan (Karhutla) di Pengadilan Negeri (PN) kelas ll Pelalawan, Rabu (15/7/2020).

Nophy yang sehari hari adalah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan ini menambahkan, kebakaran lahan yang terjadi pada 7 September 2019 di Blok 34 Divisi ll Kebun Nilo Barat Desa Batang Nilo Kecil Kecamatan Pelalawan ini akibat kelalaian pihak perusahaan.

Ini terbukti ketika kebakaran kebun sawit PT Adei baru terjadi, perusahaan melakukan melakukan pemadaman hanya seadanya, dengan menggunakan ember.

Saat kebakaran sudah meluas, baru lah kebakaran meluas baru lah kejadian itu dilaporkan kepada Ketua Pemadam Kebakaran (Damkar) Divisi ll PT Adei Rustawandi Candra hingga level manajer, Rustawandi Candra. Tim Patroli dan Damkar membawa mesin dan peralatan pemadaman dibantu oleh karyawan PT Adei, PT Safari, dan PT Satelindo Wahana Perkasa (SWP).

Sebanyak 10 alat berat diturunkan untuk mendalamkan parit, membuat embung, merobohkan pohon, dan merendam batang kelapa sawit ke dalam tanah, serta membalik-balikan tanah yang terbakar.

Namun kebakaran baru bisa dipadamkan sekira pukul 22.00 WIB di hari yang sama. Sehingga luas areal yang terbakar itu mencapai 4,16 hektare.

Di luar dari dakwaan itu, persidangan yang dipimpin Bambang Setyawan SH MH juga tidak menghadirkan terdakwa Goh Keng EE. Dia hanya diwakilkan Penasihat Hukumnya, Muhammad Sempa Kata Sitepu SH MH bersama rekannya, Suheri SH.

Setelah mendengar dakwaan dari jaksa tadi, Muhammad Sempa Kata Sitepu langsung mengatakan keberatan kepada Majelis Hakim. Keberatan itu bakal disampaikannya secara rinci pada persidangan lanjutan, Rabu pekan depan.

“Kami menolak segala tuduhan itu. Ini akan kami sampaikan pada eksepsi di persidangan yang diagendakan pekan depan,” pungkasnya. *

Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here