Hakim Bebaskan Petani Rumbai dari Dakwaan Pembakar Lahan

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru yang diketuai Sorta Ria Neva SH, MHum membebaskan Syafudin, 69 tahun dari dakwaan pelaku pembakar lahan di wilayah Rumbai, 17 Maret 2019 lalu.

Amar putusan itu dibacakan Sorta pada persidangan yang berlangsung di PN Pekanbaru, Selasa (4/2/2020) sore.

”Membebaskan terdakwa dari segala tunutan jaksa penuntut umum. Selain itu terdakwa dibebaskand ari tahanan dan dipulihkan segala hak, kedudukan, harkat dan martabatnya,” kata hakim Sorta.

Amar putusan ini langsung disambut syukur oleh terdakwa, serta tangisan haru dari sang istri dan anak anaknya. Bahkan ruang persidangan sontak menjadi riuh dengan teriakan; “Hidup petani! hidup petani!hidup Syafrudin!”

Rasa bahagia juga disampaikan Rian Sibarani, salah satu tim kuasa hukum Syafrudin. Dikatakannya, putusan ini memang sudah adil. Karena selama persidangan jaksa penuntut umum (JPU) Nurainy Lubis., SH tidak mampu menghadirkan ahli yang memutuskan lahan yang seluas 20 x 20 meter terbakar itu menimbulkan kerusakan lingkungan.

Di samping itu, tidak lah adil jika kemudian petani Rumbai ini dituntut denda sebesar Rp3 miliar atas perbuatan yang dia lakukan.Sementara ada perusahaan yang jelas jelas membakar lahan tetapi tidak sampai ke meja hijau.

”Untuk makan saja klien kami ini susah. Lahan yang terbakar itu juga bukan miliknya, tetapi disewa untuk kemudian ditanami tanaman palawija untuk menghidupi keluarganya,” tutur Rian yang merupakan tim kuasa hukum dari LBH Pekanbaru.

Kendati demikian, usai mendengar putusan majelis hakim itu, JPU tetap melakukan upaya perlawanan hukum dengan mendaftarkan permohonan kasasi kepada Mahkamah Agung. Wah!

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here