7 Kasus Penyelewengan Dana Bansos Covid-19 Diselidiki Polda Riau

0

JAKARTA, KANALRIAU.COM – Sebanyak 7 (tujuh) kasus dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) di Provinsi Riau kini sedang diselidiki pihak Kepolisian Daerah (Polda) setempat.

Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono mengatakan Satgas Khusus Pengawasan Dana Covid-19 di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (27/7/2020). Dikatakannya, secara nasional kasus dugaan penyelewengan dana bansos Covid-19 yang sedang diselidiki mencapai 102 kasus.

Dari data yang diterima Satgas Khusus Pengawasan Dana Covid-19, terdapat 102 kasus penyelewengan bantuan sosial. Kasus-kasus tersebut ditangani Satgassus di 20 Polda masing masing. Yang paling banyak ditangani Polda Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 38 kasus, Polda Jabar menangani 18 kasus, Polda Riau menangani 7 kasus.

Lalu disusul Polda Jatim dan Polda Sulsel masing-masing menangani empat kasus, Polda Sulteng, Polda NTT dan Polda Banten menangani masing-masing tiga kasus.

Polda Sumsel, Polda Malut masing-masing menangani dua kasus, kemudian Polda Kalteng, Polda Kepri, Polda Sulbar, Polda Sumbar, Polda Kaltara, Polda Lampung, Polda Papua Barat, Polda Kalbar dan Polda Papua masing-masing menangani satu kasus.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui sejumlah alasan penyalahgunaan bantuan sosial itu adalah pemotongan dana dan pembagian tidak merata, pemotongan dana sengaja dilakukan perangkat desa dengan maksud asas keadilan bagi mereka yang tidak menerima (hal tersebut sudah diketahui dan disetujui penerima bantuan).

Motif lainnya pemotongan dana untuk uang lelah, pengurangan timbangan paket sembako dan terakhir adalah tidak ada transparansi kepada masyarakat terkait sistem pembagian dan dana yang diterima. *

Reporter : Rico
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here