Wako Minta Maaf Ada Oknum Aparatnya Salah Tafsir Perwako PSBB

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Walikota Pekanbaru Firdaus meminta maaf kepada masyarakat terutama sejumlah pengusaha yang merasa dirugikan dikarena salah tafsir terhadap pelaksaan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 74 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Di dalam Perwako 74 tahun 2020 dan diikuti oleh Surat Keputusan Walikota nomor 325 yang mengatur waktu pelaksanaan PSBB. Jadi masalah itu jelas diatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh,” tuturnya.

Pernyataan Walikota ini terkait adanya keluhan dari masyarakat terutama para pengusaha jasa perbengkelan, showroom penjual mobil bekas dan toko elekronik lainnya yang meminta mereka untuk menutup tempat usahanya berdalih penerapan PSBB.

Firdaus menegaskan, kalau ada bengkel, showroom yang disurut tutup itu tidak benar. Dia menyebut ini merupakan kesalahan oknum petugas yang salah menerjemahkan perintah atasan yang diatur dalam Perwako Nomor 74 tahun 2020.

”Kalau ada bengkel dan showroom disuruh tutup itu tidak benar,” katanya.

Walikota menjelaskan memang dalam pengamanan dan pengaturan hukumnya sudah ditunjuk Kapolresta Pekanbaru sebagai Koordinator. Sementara anggotanya terdiri dari Dandim, Kejaksaan, Satpol PP dan Dinas Pehubungan Kota Pekanbaru.

Menurut Firdaus, dalam Perwako dan SK Waliota tentang pemodoman PSBB di Kota Pekanbaru sudah jelas diatur. Dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00 WIB untuk sektor ekonomi dan jasa tetap dibuka namun mengikuti Standar Protokol Kesehatan Covid-19.

Artinya, baik pemilik usaha maupun konsumen tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) masker, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air dan sabun serta menjaga jarak atau physical distancing.

”Sekali lagi untuk usaha rumah makanan, kedai, warung masyarakat tetap beroperasi bisa menerima berbelanja makan di tempat tetapi mengatur jarak. Sementara di atas pukul 20.00 malam, tidak bisa lagi makan di tempat atau take away atau dibungkus,” ucapnya.

Penegasan Walikota ini terkait adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya perintah tutup tempat usaha, terutama sejumlah toko, showroom mobil bekas dan jasa perbengkelan di sepanjang Jalan Riau Pekanbaru. *

Reporter : Deni Baswir
Editor :

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Walikota Pekanbaru Firdaus meminta maaf kepada masyarakat terutama sejumlah pengusaha yang merasa dirugikan dikarena salah tafsir terhadap pelaksaan Peraturan Walikota (Perwako) nomor 74 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

”Di dalam Perwako 74 tahun 2020 dan diikuti oleh Surat Keputusan Walikota nomor 325 yang mengatur waktu pelaksanaan PSBB. Jadi masalah itu jelas diatur apa yang boleh dan apa yang tidak boleh,” tuturnya.

Pernyataan Walikota ini terkait adanya keluhan dari masyarakat terutama para pengusaha jasa perbengkelan, showroom penjual mobil bekas dan toko elekronik lainnya yang meminta mereka untuk menutup tempat usahanya berdalih penerapan PSBB.

Firdaus menegaskan, kalau ada bengkel, showroom yang disurut tutup itu tidak benar. Dia menyebut ini merupakan kesalahan oknum petugas yang salah menerjemahkan perintah atasan yang diatur dalam Perwako Nomor 74 tahun 2020.

”Kalau ada bengkel dan showroom disuruh tutup itu tidak benar,” katanya.

Walikota menjelaskan memang dalam pengamanan dan pengaturan hukumnya sudah ditunjuk Kapolresta Pekanbaru sebagai Koordinator. Sementara anggotanya terdiri dari Dandim, Kejaksaan, Satpol PP dan Dinas Pehubungan Kota Pekanbaru.

Menurut Firdaus, dalam Perwako dan SK Waliota tentang pemodoman PSBB di Kota Pekanbaru sudah jelas diatur. Dari pukul 05.00 hingga pukul 20.00 WIB untuk sektor ekonomi dan jasa tetap dibuka namun mengikuti Standar Protokol Kesehatan Covid-19.

Artinya, baik pemilik usaha maupun konsumen tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) masker, menyiapkan tempat cuci tangan dengan air dan sabun serta menjaga jarak atau physical distancing.

”Sekali lagi untuk usaha rumah makanan, kedai, warung masyarakat tetap beroperasi bisa menerima berbelanja makan di tempat tetapi mengatur jarak. Sementara di atas pukul 20.00 malam, tidak bisa lagi makan di tempat atau take away atau dibungkus,” ucapnya.

Penegasan Walikota ini terkait adanya laporan masyarakat yang mengeluhkan adanya perintah tutup tempat usaha, terutama sejumlah toko, showroom mobil bekas dan jasa perbengkelan di sepanjang Jalan Riau Pekanbaru. *

Reporter : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here