Khawatir Ditunggangi, Pakar Lingkungan Sarankan Pendemo PT. APR Punya Parameter Ilmiah

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM –– Khawatir ditunggangi kepentingan pihak tertentu, pakar lingkungan dari Universitas Riau, Dr. Muhammad Syafi’i menyarankan agar ada instrumen ukur ilmiah tentang bagaimana standarisasi baku mutu kebauan.

“Boleh boleh saja seseorang menyampaikan pendapat di muka umum. Ini memang hak warga negara. Tapi sebaiknya pendemo mempunyai instrumen ukur ilmiah tentang bagaimana standarisasi baku mutu kebauan tersebut,” terangnya.

Menurut dia, respon masyarakat terhadap terjadinya perubahan lingkungan masyarakat merupakan proses yang selalu dipahami sebagai instrumen ukur dari sosial lingkungan.

Sensitivitas yang selalu menjadikan panca indera sebagai skala ukur jika terjadi dampak dari perubahan lingkungan.

Masyarakat dengan panca indera dapat menilai perubahan lingkungan yang ada. Seperti mata yang melihat perubahan air atau hidung yang merasakan kebauan.

Pengamat lingkungan Universitas Riau ini menambahkan, masyarakat hendaknya punya kajian ilmiah karena seluruh komponen kebauan ini punya instrumen ukur yang tidak sembarangan cara menganalisisnya.

“Jika tidak mempunyai data instrumen ukur ilmiah bisa saja dianggap fitnah,” ungkap Doktor muda ini.

Pernyataannya ini menanggapi pertanyaan wartawan tentang aksi unjuk rasa sekelompok kecil masyarakat kepada PT. APR, Januari 2020 lalu.

Ketika itu para pendemo mempersoalkan bau yang ditimbulkannya oleh pabrik rayon PT APR. Bau tersebut dikhawatirkan membahayakan kesehatan.

Menanggapi soal ini, pakar lingkungan dari Universitas Riau yang pernah pembicara lingkungan di Tokyo jepang ini mengatakan, standar mutu tentang kebauan sudah diatur dalam Kepmen KLH Nomor 50 Tahun 1996.

Bau, imbuh Syafi’i, tidak bisa saja divonis akan berdampak kepada kesehatan manusia. Seperti kalau ada orang yang buang angin memang akan ada respon orang sekeliling tapi tidak membahayakan bagi kesehatan orang di dekat yang buang angin.

Sebaliknya seperti rokok elektrik yang baunya sangat wangi tapi berdampak bagi kesehatan orang disekelilingnya maka terjadi pelarangan untuk pemakaian rokok elektrik ini sehingga perlu analisis yang baik dengan keilmuan.

“Proses produksi di suatu industri dalam regulasi pemerintah wajib mengontrol baku mutu dan dilaporkan secara periodik. Jadi sebaiknya pendemo juga kuat dengan instrumen ukur ilmiah ini. Kan ada dinas terkait seperti BLH, mungkin masyarakat boleh tanya ke sana,” ungkap Syafi’i.

Ditanya bagaimana PT. APR yang disebut memakai klorin, Dr Syafi’i mengatakan sebaiknya tanya ke dinas terkait atau langsung ke pihak perusahaan bersangkutan.

Sebab, kata dosen yang akrab disapa Atan ini, sepengetahuan dirinya, klorin itu adalah bahan industri yang sudah tradisional sekali atau sudah lama sekali sedangkan teknologi industri sudah sangat maju.

“Kita jangan pakai data lama menurut saya. Ada kemungkinan sudah sangat lama industri tidak memakai itu, agar tidak fitnah baiknya ada instrumen ukur yang jelas dan ditanya pada yang berkompeten,” ucapnya seraya menambahkan industri yang hadir dapat bermanfaat bagi masyarakat di sekelilingnya tanpa ada konflik apalagi karena masalah lingkungan.

Atan menyarankan, jika berdemo tanpa ada analisis data dan tak jelas tujuan dan cara menyelesaikannya akan tidak berhasil kepada tujuan. Apalagi kalau sudah mengarah pada tujuan yang tidak lagi baik.

“Pengawasan eksternal itu perlu. Tapi jangan berdemo tanpa data yang kuat, intelektual dan elegan, ini kita sayangkan, nanti ditunggangi sekelompok orang yang punya kepentingan pribadi,” tutupnya. * (rls)

Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here