Sengketa Lahan Teras Kayu Resto: Nuriman SH: Tanah itu Sudah Dijual ke Klien Saya

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Perseteruan atau sengketa lahan atau tanah yang berada di Teras Kayu Resto jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru terus berlanjut.

Mery Gunarti, yang mengklaim dirinya pemilik sah lahan bersangkutan melalui kuasa hukumnya, H Nuriman SH MH kepada wartawan, Minggu (9/2/2020), menyebutkan bahwa tanah tersebut sudah dijual kepada kliennya pada Agustus 1992 dari R Supangat.

Persoalan muncul adanya klaim dari Mohd Rawi Batubara sebagai pemilik di atas lahan yang sama. Padahal, kata Nuriman, Mohd Rawi Batubara ini adalah menumpang diatas tanah itu.

“Pernyataannya ada. Beliau menyatakan ia menumpang diatas tanah itu,” tegasnya.

Belakangan, imbuh Nuriman, dia membuat surat hibah yang saya duga palsu. Surat Hibah ini pada 10 September 1992. Sementara tanah ini sudah dijual oleh R Supangat kepada klien saya pada Agustus 1992.

”Jadi, tanah sudah dijual, tidak mungkin terbit surat hibah. Ini sertifikatnya, ini akta jual belinya, sah dihadapan PPAT. Masak, bulan Oktober terbit Surat Hibahnya. Gak mungkin,” pungkasnya.

Kemudian, sambungnya, Rawi Batubara sudah pernah menggugat Mery Gunarti di pengadilan dan kalah. Di dalam putusan Pengadilan Negeri, ditolak gugatannya.

”Kemudian di Pengadilan Tinggi dipertegas lagi,” sebutnya.

Menurut Nuriman, di dalam hasil putusan Pengadilan Negeri Pekanbaru, bahwa terhadap gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Pekanbaru telah menjatuhkan putusan yaitu putusan nomor: 42/PDT/G/2008/PN.PBR tanggal 27 Mei 2009 yang amarnya dalam konvensi maupun rekonvensi menolak gugatan penggugat seluruhya.

“Di dalam itu juga disebutkan bahwa menyatakan tidak sah dan batal demi hukum Surat Hibah tanggal 10-9-1992 dari pemberi Hibah H Supangat Purwomiharjo kepada penggugat dalam konvensi/tergugat dalam rekonvensi,” ucapnya seraya menunjukkan hasil keputusan Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Jadi, sambungnya, dengan inkrahnya hasil putusan tersebut, maka Rawi Batubara sudah tidak ada lagi haknya di sana. Karena pengadilan menyatakan ditolak gugatannya, kemudian surat hibahnya sudah dinyatakan batal.

Mengenai Laporannya ke Mabes Polri, kata Nuriman, baru lapor. Pihaknya akan melengkapi surat itu, bahwasanya dia tidak mempunyai legal standing lagi untuk menggugat.

Karena dia tidak berhak lagi, Rawi Batubara tanahnya sudah kalah. Artinya, surat sudah dibatalkan, jadi tidak ada hak ahli waris untuk melapor. Kemudian ada lagi mengenai sita. Sita inikan kewenangan Pengadilan.

Polisi pun kalau dalam sengketa tanah, tidak bisa dia menyita tanahnya, kecuali ada pemalsuan surat. Dan yang bisa menyita itu hanya Pengadilan. Kami heran, kenapa muncul anak ahli waris Rawi Batubara mengatasnamakan dirinya.

Sementara Rawi Batubara sudah kalah di Pengadilan. Surat hibahnya sudah dinyatakan tidak sah. Menurut dia, mungkin ada miskomunikasi yang terjadi dan tanpa dijelaskan awalnya.

“Klien saya membeli tanah tersebut pada 1 Agustus 1992, akta jual belinya. Dan surat pak Supangat waktu itu sudah bersertifikat. Jadi kalau dibandingkan dengan Surat Hibahnya, duluan jual beli Supangat kepada klien saya daripada surat hibah,” pungkasnya.

Reporter : Deni Baswir

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here