Nono Patria Pratama Nakhodai PDK Kosgoro 1957 Riau

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Nono Patria Pratama akhirnya dipilih secara aklamasi sebagai Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Riau periode 2020-2024. Sebanyak 15 pemegang suara dalam Musda III PDK Kosgoro 1957 sepakat menyatakan dukungan bulat untuk Nono yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) itu.

Musda itu sendiri digelar di ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru, Sabtu (25/1/2020) malam, dan dibuka langsung Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, DR HR Agung Laksono. Tampak hadir dalam Musda itu Ketua DPRD Provinsi Riau Indra Gunawan atau akrab disapa Eet, Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harrofie yang mewakili Gubernur Riau serta Ketua DPD I Partai Golkar Riau yang diwakili H Masnur.

Turut hadir perwakilan Dandrem Wirabima, Walikota Pekanbaru dan Kapolresta Pekanbaru. Selain itu hadir juga Ketua Dewan Penasehat PDK Kosgoro 1957 Provinsi Riau, HM Haris.

Agung Laksono pada pembukaan Musda tersebut mengungkapkan roda organisasi Kosgoro 1957 harus terus berputar, karena penting untuk menambah kekuatan Partai Golkar.

“Selain dijuluki Bumi Lancang Kuning, Riau ini juga adalah Bumi Kosgoro 1957,” tuturnya.

Betapa tidak, banyak anggota legislatif dan birokrat di Riau merupakan kader Kosgoro 1957. Sehingga ini merupakan tantangan sekaligus peluang. Bagi Partai Golkar, yang merupakan induk organisasi Kosgoro 1957, tidak masalah jika ”memanfaatkan” keberadaan Kosgoro 1957 sepanjang semuanya untuk kesejahteraan masyarakat.

”Apalagi kita tahu Riau ini sangat kaya. Minyak di atas, minyak di bawah. Kekayaan Riau luar biasa, tinggal bagaimana mengolah sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Di samping itu, sebut Agung Laksono, fraksi-fraksi di DPR dan DPRD adalah merupakan perpanjangan tangan partai. Sebagai perpanjangan partai, tentu harus harus bisa melaksanakan visi misi partai.

Mulai dari politik anggaran yang tentunya untuk kepentingan pembangunan. Tentunya kader kita harus bisa menggali sumber-sumber pendapatan negara yang baru dan juga ikut memikirkan bagaimana bisa menghasilkan peluang baru untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Menurut Agung lagi, Kosgoro sebagai Ormas telah berjanji tidak akan menjadi partai politik. “Kita sebagai Ormas tidak ada niat menjadi partai. Kita sudah berjanji. Ketum Golkar juga kader Kosgoro,” ungkapnya.

Dia juga berharap hasil perolehan suara Partai Golkar bisa meningkat di Pemilu mendatang. “Kita targetkan Pemilu yang akan datang kita lebih dari 20 persen. Dan itu pernah kita capai. Pada Pemilu 2004 yang lalu, perolehan suara Golkar bahkan mencapai 23 persen,” ungkap Agung Laksono.

Agung Laksono juga menegaskan, jika ada usulan dari PDK Kosgoro 1957 Riau agar menyampaikan ke PPK Kosgoro 1957 agar diperjuangkan Partai Golkar di ranah politik praktis.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Musda III PDK Kosgoro 1957 Provinsi Riau Edwin Syarif dalam laporannya menyatakan Musda dihadiri peserta dari 12 kabupaten dan kota di Riau.

“Harapan kita Musda ini menjadi momen bersejarah untuk berkiprah lagi di Riau, dimana Kosgoro pernah besar di Riau. Ini kalau istilah saya ini, Kosgoro Reborn. Ini organisasi yang luar biasa, baik di lapangan maupun secara intelektual. Terimakasih atas dukungan semua yang telah membantu pelaksanaan acara ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Ketua PDK Kosgoro 1957 Provinsi Riau Yul Hendri dalam kata dambutannya mengutarakan Musda merupakan forum tertinggi pengambilan keputusan dan penentuan program kerja ke depan.

“Walau terlambat karena faktor internal, antara lain ketua kepengurusan sakit sehingga tidak dapat aktif lagi, sudah terbaring cukup lama. Selain itu beberapa kader telah meninggal dunia,” beber Yul Hendri.

Yul Hendri mengatakan pihaknya berharap Musda dapat menelurkan program nyata di berbagai bidang, mulai dari bidang pertanian, perikanan hingga menyiapkan tenaga kerja untuk mewujudkan Tri Dharma Kosgoro. Selain itu diharapkan juga dapat melahirkan program yang bisa bersinergi dengan Partai Golkar daam kontestasi politik daerah.

“Tahun ini semoga menjadi momen kebangkitan kader Kosgoro dalam pertarungan kepala daerah,” ungkap Yul Hendri.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Riau yang diwakili H Masnur dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf dari Ketua DPD Partai Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman yang tidak bisa hadir langsung di arena Musda III tersebut.

“Golkar besar dari Kosgoro. Sekarang besarkan Golkar, dan besarkan juga Kosgoro. Kalau Golkar mau besar, seluruh organisasi mendirikan dan didirikan Partai Golkar juga harus dibesarkan. Dulu Kosgoro besar, apa saja acara Golkar, Kosgoro pasti hadir,” ungkapnya.

Dikatakan Masnur, DPD Partai Golkar Riau akan mencoba konsolidasi dan mengundang seluruh organisasi mendirikan dan didirikan Golkar serta tokoh-tokoh. “Termasuk merangkul semua kader. Ini dilakukan dalam waktu singkat untuk membesarkan Partai Golkar di Riau,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harrofie yang mewakili Gubernur Riau pada kesempatan tersebut menyatakan Pemprov Riau menyambut baik kegiatan Musda tersebut. Di kesempat itu, Ahmadsyah juga menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Riau Syamsuar berhalangan hadir karena sedang menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci Mekkah.

“Kami yakin kinerja akan baik. Dan Musda ini juga menjadi sarana mencapai cita-cita organisasi, menghasilkan program kerja yang baik dengan tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat,” ucapnya.

Pemerintah, kata Ahmadsyah, berharap peranan pengurus makin kelas dalam menjalankan tugas dan fungsi terutama yang menyentuh kebutuhan masyarakat paling bawah, dan tetap sinergi dengan Pemda.

“Semoga makin bersinergi dan profesional. Dan Pemprov berharap Musda dapat berjalan lancar dan sukses. Terimakasih kepada Kosgoro yang mengantarkan kami seperti saat ini. Kalau tidak tempaan Kosgoro, barangkali kami tidak bisa hadir di posisi pemerintahan seperti sekarang ini,” pungkasnya. *

Liputan : Denny Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here