Misteri Terpidana Kasus Perambahan Hutan PT PSJ

0

PELALAWAN, KANALRIAU.COM — Misteri siapa terpidana kasus dugaan perambahan kawasan hutan lindung oleh kelompok tani mitra PT Peputra Supra Jaya (PSJ) masih belum terjawab.

Padahal Mahkanah Agung (MA) telah memutuskan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu bersalah sesuai putusan nomor 1087/Pid.Sus.LH/2018 tanggal 17 Desember 2018. Artinya, MA mengabulkan gugatan PT NWR atas PT PSJ.

Ketika akan dilakukan eksekusi lahan Senin (13/1/2020) lalu, tiba tiba dibatalkan kerena dihadang oleh warga yang sempat yang mengaku dari kelompok tani mitra PT PSJ. Sengketa lahan yang berada di Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan ini sudah berlangsung lama.

MA sendiri akhirnya memutuskan lahan hutan lindung seluas 3.323 hektare mesti dieksekusi. Ketika itu akan dilakukan sekelompok orang menghadang pihak pengadilan. Anehnya lagi, putusan Mahkamah Agung ini tidak dipublikasikan oleh pihak Kejaksaan kepada publik.

”Sehingga publik bertanya tanya siapa penanggungjawab atau terpidana dari PT PSJ. Ini sepertinya ada hal yang ditutup-tutupi oleh pihak Kejaksaan mengenai siapa oknum yang dijadikan terpidana dalam putusan yang telah inkracht oleh Mahkamah Agung itu,” kata Tommy Freddy Simanungkalit, S, Kom., S.H, penggiat lingkungan hidup.

Untuk itu pegiat lingkungan ini meminta agar pihak terkait memberikan keterbukaan informasi kepada publik secara penuh. “Kita dari pegiat lingkungan meminta kejelasan siapa sebenarnya terpidana dalam perkara ini,” susulnya.

Tommy menambahkan, ketika proses persidangan berlangsung yang muncul di kursi ”pesakitan” Sudiono. Tetapi beredar informasi, Sudiono pasang badan untuk melindungi bosnya, pengusaha wanita bernama Mariana.

”Dialah yang kami duga sebagai pemodal maupun yang berkontribusi dalam pembukaan kebun tersebut. Sementara kebun PT PSJ itu sebenarnya ada di dalam kawasan hutan lindung. Jadi bisa dikatakan mereka perambah hutan yang sebenarnya,” katanya seraya menambahkan hukumannya bisa lebih berat lagi secara pidana. *

Reporter : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here