Ratusan Buruh PT Palma Satu Gelar Aksi Teatrikal di Kantor KPK

0

JAKARTA, KANALRIAU.COM — Ratusan karyawan kebun kelapa sawit PT Palma Satu kembali menyambangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (4/12/2019).

Mereka kembali berunjuk rasa menuntut agar KPK tidak tebang pilih dalam melakukan upaya penegakan hukum. Dalam aksi yang keenam kalinya ini, unjuk rasa masa dibalut dengan aksi teatrikal yang menggambarkan keadaan dan tuntutan dari karyawan.

Terlihat seseorang menutupi wajahnya dengan topeng bergambar salah satu pimpinan KPK. Di depannya, berdiri empat orang yang membawa benda seperti tongkat dengan tangan terikat.

Sementara itu, tampak empat orang berorasi secara bergantian di atas mobil bak terbuka.

Massa juga menuntut agar KPK segera membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu.

TUNTUT KPK – Ratusan karyawan PT Palma Satu kembali mendemo KPK minta dibukanya pemblokiran rekening perusahaan.

Koordinator aksi, Antoni Lawolo, mengatakan akibat pemblokiran tersebut ribuan karyawan terancam terkena PHK karena perusahaan tidak bisa membayar gaji.

“Ini bukan kebencian, ini datang dari hati kami. Semoga bapak mempertimbangkan apa yang kami sampaikan,” kata Antoni dalam orasinya.

Ditegaskannya, massa yang hadir datang langsung dari Provinsi Riau. “Kami meminta keadilan dan KPK tidak tebang pilih dalam penegakan hukum,” tukasnya.

Ia mengatakan, KPK selaku lembaga penegakan hukum yang independen dan mempunyai kekuatan penuh tidak boleh tebang pilih dalam upaya penegakan hukum. Apalagi jika disusupi dengan kepentingan.

Menurut Antoni, dalam bertindak KPK harus mempertimbangkan masyarakat kecil yang terdampak. “Kami merasakan adanya aroma tebang pilih dan perlakuan tidak adil dari KPK,” tuturnya.

Ia menambahkan, sejak diblokirnya rekening PT Palma Satu pada 21 Oktober 2019 oleh KPK, karyawannya belum menerima pembayaran gaji. Kondisi ini menyebabkan 1.100 karyawan Kebun Kelapa Sawit PT Palma Satu kehilangan hak untuk hidup.

“Kami juga berharap KPK lebih mengedepankan rasa kemanusiaan ketimbang kekuatannya dan tidak disusupi kepentingan sejumlah oknum,” pungkasnya. *

Reporter : Eed Purba
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here