Tentara Udara Indonesia-Malaysia Latihan Bersama

0

PULAU PINANG, KANALRIAU.COM — Tentara Negara Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) dan Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) menggelar latihan bersama (Latma). Program yang dikenal dengan Latma “Elang Malindo” 2019 merupakan agenda rutin angkatan kedua negara.

Untuk mewakili Indonesia, pemerintah mengutus prajurit TNI AU dari Skadud 12 “Black Panther” Wing 6 Pangkalan Udara (Lanud) Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru.

Komandan Lanud (Danlanud) RSN Marsma TNI Ronny Irianto Moningka kepada wartawan, Selasa (19/11/2019), menyebutkan sebelumnya Latma Elang Melindo digelar di Pekanbaru.

‘Untuk tahun ini, giliran Tentara Udara Diraja Malaysia yang menjadi tuan rumah,” katanya.

Menurut Danlanud, kegiatan ini bertujuan untuk melaksanakan ”joint operation” dalam menghadapi serangan dari negara lain. Hal itu diumpamakan dengan agressor yang mengancam kedua negara, Indoneaia dan Malaysia.

BLACK PANTHERPrajurit Skadud 12 “Black Panther” Wing 6 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru berpose dulu sebelum latihan bersama dengan Tentara Udara Malaysia, Selasa (19/11/2019).

Dia berharap semoga sepulangnya dari latihan bersama ini dapat hasil yang optimal. Peningkatan kemampuan personel dan memantapkan kerjasama dan hubungan persahabatan yang erat antara Indonesia dan Malaysia, khususnya Angkatan Udara kedua negara.

”Jalin silaturahmi, perkokoh persaudaraan dan saling mempercayai agar latihan dapat berjalan dengan optimal,” ucap Ronny.

Terpisah, Komandan Skadron Udara (Skadud) 12 Wing 6 Lanud RSN Letkol Pnb Fardinal Umar menambahkan, Skadud yang dia pimpin mengawaki pesawat Hawk 100/200 telah meninggalkan langit Lancang Kuning menuju Negeri Jiran tepatnya di Pangkalan Udara Butterworth Pulau Pinang Malaysia.

Sebelum bertolak ke negara jiran Malaysia, pihaknya sudah mengecek kesiapan pesawat dan personelnya. Latihan bersama akan dibuka hari ini dan selesai padal 27 Nopember 2019.

“Insha Allah, kami akan laksanakan tugas mulia ini dengan baik. Latihan tetap memperhatikan keselamatan terbang dan kerja serta aturan dan prosedur tetap prioritas,” ucap Fardinal. * (rilis)

Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here