Tantangan “Lifting” Migas, BOB Diskusi dengan Komunitas Pemeliharaan Wilayah Sumbagut

0

BATAM, KANALRIAU.COM — Badan Operasi Bersama (BOB) PT. Bumi Siak Pusako – Pertamina Hulu menggelar pertemuan dengan Komunitas Pemeliharaan SKK Migas – KKKS Wilayah Sumbagut di aula Convention Hall, Nagoya Hill Hotel Batam, Kepulauan Riau, Kamis (31/19/2019).

Pertemuan kesepuluh ini berlangsung 2 (dua) hari dan berakhir 1 November 2019 dengan mengusung tema Maintenance Contractor Performance Management.

“Kita mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas yang telah mempercayai BOB menjadi pelaksana kegiatan ini dan kepada para peserta dari 18 KKKS Wilayah Sumbagut.

General Manager BOB PT. BSP-Pertamina Hulu yang diwakili oleh Operation Support Manager, Bambang Susetyo Wahono dalam sambutannya berharap melalui pertemuan ini dapat mengoptimalkan kegiatan produksi minyak dan gas bumi.

“Apalagi kita bekerja dengan fasilitas operasi yang sudah tua. Dengan diskusi yang interaktif ini diharapkan kita bersama mampu menjawab berbagai tantangan ke depan dan target produksi minyak dan gas bumi yang ditetapkan pemerintah kedepannya dapat tercapai,” katanya.

Kegiatan ini dihadiri sekaligus dibuka langsung oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut, Avicenia Darwis.
Dalam kesempatan ini, Avicenia memberikan apresiasi kepada BOB PT. BSP – Pertamina Hulu dan semua peserta yang hadir pada kegiatan ini.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kedepan sharing best practices antar KKKS dapat terinternalisasi untuk menjawab tantangan bidang ekplorasi dan produksi yang semakin sulit,” ungkapnya.

Avicenia menyebutkan bahwa apa yang dilakukan ini merupakan upaya untuk menjawab tantangan target lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah pada APBN 2020, diperlukannya sinergi multidisiplin.

Di samping itu juga diperlukan kompetensi strategi eksplorasi, upaya pengembangan dan produksi yang lebih ditingkatkan dengan mengedepankan efisiensi dan rasio keberhasilan sehingga akan menekan biaya dan meningkatkan penerimaan Negara khususnya wilayah Sumatera Bagian Utara.

“Harapan ke depan dapat menemukan cadangan baru raksasa di sekitar kepulauan Andaman,” tambahnya.

Lebih jauh Avicenia mengungkapkan, forum diskusi ini menampilkan berbagai materi presentasi dan success story dari beberapa KKKS diantaranya Chevron Pacific Indonesia, PHE NSO NSB, PHE Siak, PHE Kampar, SPR Langgak, EMP Bentu, Medco E&P Natuna Sea, Premier Oil Natuna Sea, Star Energy (Kakap) Ltd., BOB PT. BSP – Pertamina Hulu dan materi sosialisasi yang disampaikan oleh Badan Pengelola Miga Aceh (BPMA) dan SKK Migas termasuk komitmen penerapan SMAP ISO 37001 untuk KKKS Wilayah Sumbagut.
Kegiatan ini resmi ditutup oleh Kepala Divisi Manajemen Proyek dan Pemeliharaan Fasilitas SKK Migas, Luky A. Yusgiantoro.

Dipenghujung acara Luky menambahkan kegitan ini dapat menjadi nilai tambah kedepan bagi setiap KKKS sehingga apa yang menjadi kendala selama ini dapat menemukan solusi dengan perbaikan system baru terhadap pemeliharaan fasilitas produksi. * (rls)

Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here