Ratusan Karyawan PT Palma Satu Kembali Geruduk Kantor KPK

0
40

JAKARTA, KANALRIAU.COM — Ratusan orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Karyawan PT Palma Satu kembali menggelar unjuk rasa di depan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (21/11/2019).

Massa mulai berunjuk rasa sekira pukul 10.00 WIB. Mereka terlihat membawa spanduk bertuliskan sejumlah tuntutan.

Koordinator aksi Jasprando Damanik mengatakan tuntutan pihaknya masih sama seperti pada aksi-aksi sebelumnya. “Tuntutan kami masih sama. Kami meminta KPK segera membuka rekening PT Palma Satu yang diblokir,” katanya.

Menurut Jasparando, akibat pemblokiran tersebut, ribuan karyawan terancam terkena PHK karena perusahaan tidak bisa membayar gaji. “Hingga saat ini karyawan belum bisa menerima gaji, bahkan perusahaan terancam tutup operasionalnya,” ujar dia menuntut keadilan agar hak-hak kami tidak terdzalimi.

Sementara itu, salah satu peserta aksi dalam orasinya mengatakan, seorang pegawai humas KPK telah menemui perwakilan karyawan.”Tapi sampai saat ini belum ada jawaban pasti atas kegelisahan 1.100 karyawan PT Palma Satu,” ujar Antoni Lawolo dalam orasinya.

Di sisi lain, Antoni juga berharap KPK tidak tebang pilih dalam hal penegakkan hukum. “KPK selaku lembaga penegakkan hukum yang independen dan punya kekuatan penuh, jangan tebang polih dan melakukan diskriminasi,” ucapnya.

KEMBALI DEMO : Aliansi Karyawan PT Palma Satu kembali melakukan aksi demonstrasi di kantor KPK, Jakarta.

Sebelumnya, Aliansi Karyawan PT Palma Satu telah menggelar unjuk rasa di antaranya pada 11 November lalu. Secara keseluruhan, massa sudah lima kali berunjuk rasa di depan Gedung Merah Putih KPK.

Demonstrasi diawali pada 31 Oktober 2019, berlanjut sehari berselang pada 1 November, kemudian 11 dan 12 November, dan terakhir pada hari ini.

“Dengan semangat yang sama, kami datang untuk meminta KPK membuka pemblokiran rekening PT Palma Satu,” kata Antoni.

Akibat pemblokiran tersebut, sambungya, banyak rakyat kecil yang haknya terbengkalai. *

Reporter : Eed Purba
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here