Bawaslu Tempatkan 10 Kader untuk Pantau Politik Uang

0
19

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Pihak Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) akan menempatkan 10 kadernya untuk memantau pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2019.

Demikian diungkapkan Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro Rapat Kerja Peningkatan Kualitas SDM dalam rangka pengelolaan keuangan bagi Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau di salah satu hotel berbintang Pekanbaru, kemarin.

Menurut Gunawan, penempatan itu untuk mencegah terjadinya politik uang atau “money politics”. Pihaknyamerencanakan pada setiap desa minimal memiliki 10 (sepuluh) orang kader demokrasi.
“Ini merupakan salah satu rencana strategis Bawaslu RI untuk memberikan pendidikan kepada masyarakat perdesaan tentang kepemiluan,” ungkapnya.

PPL dan PTPS, tambah Gunawan, bisa kita jadikan kader demokrasi desa, dan nantinya kita akan deklarasikan secara nasional. Ke depannya kader-kader demokrasi desa tidak hanya untuk mengawasi Pemilu saja, tetapi juga bisa sebagai kader penangkalan radikalisme, kader untuk Implementasi Pancasila dan kader sadar hukum.

Sementara itu Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan menambahkan, di Riau kita berencana akan menghadirkan 1 (satu) posko pengawas Pemilu di setiap desa.

Nantinya, imbuh Rusidi, posko pengawas Pemilu dijadikan sebagai tempat bertanya bagi masyarakat tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam penyelenggaraan Pilkada serentak di i 9 (sembilan) kabupaten/kota se-Provinsi Riau. *
Reporter : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here