Diduga Terima Suap Rp200 Juta, Bupati Indramayu Ditahan KPK

0

JAKARTA, KANALRIAU.COM — Bupati Indramayu Supendi ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena disangkakan menerima suap sebesar Rp200 juta dari Carsa, bos rekanan penggarap proyek.

Berdasarkan pantauan Okezone, Rabu (16/10/2019) pagi dini hari, Supendi keluar dari Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan sekiranya pukul 03.00 WIB dengan mengenakan rompi orange dan kedua tangannya diborgol.

Sambil berjalan untuk memasuki mobil tahanan, Supendi sempat melontarkan permohonan maaf kepada masyarakat Indramayu atas perbuatan yang telah dilakukannya.

“Saya mohon kepada masyarakat, saya belum bisa bawa perubahan. Insya Allah demgan saya di KPK ini akan banyak perubahan yang tejadi di Indramayu,” kata Supendi.

Terpisah, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan tersangka Supendi akan mendekam selama 20 hari peetama di Rutan Cabang KPK di C1.

“SP ditahan di Rutan Cabang KPK di C1,” ucap Febri.

Supendi diduga sering meminta sejumlah uang kepada Carsa selaku rekanan penggarap proyek. Supendi diduga sudah mulai meminta uang kepada Carsa sejak Mei 2019 sejumlah Rp100 juta

Tak hanya Supendi, Omarsyah dan Wempy Triyono juga beberapa kali menerima uang dari Carsa. Pemberian uang ke Bupati Supendi serta dua pejabatnya disinyalir terkait dengan pemberian proyek-proyek dinas PUPR Kabupaten Indramayu.

Supendi tercatat mendapatkan dan menggarap tujuh proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu dengan nilai proyek sekira Rp15 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Supendi total menerima uang dugaan suap dari Carsa sebesar Rp200 juta. Sedangkan Omarsyah diduga menerima Rp350 juta dan sepeda.

Sementara Wempy menerima Rp560 juta. Uang tersebut diduga bagian dari komitmen fee 5 sampai 7 persen dari nilai proyek yang dikerjakan Carsa.

“Uang yang diterima OMS dan WT diduga juga diperuntukkan untuk kepentingan Bupati, pengurusan pengamanan proyek dan kepentingan sendiri,” ungkap Basaria. * (Okezone)

Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here