6 Kasus Karhutla Korporasi Ditindaklanjuti

0
15

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Sebanyak 6 dari 10 kasus kebakaran lahan di areal konsensi perusahaan di Riau ditindaklanjuti proses hukumnya oleh Satgas Gakkum Terpadu Karhutla.

Satgas Gakkum Terpadu Karhutla ini merupakan penegak hukum gabungan dari unsur Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan (Kemen-LHK) dan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung).

Koordinator Satgas Gakkum yang juga Direktur Direktorat TIndak PIdana Tertentu (Dir Tipiter) Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol M Fadil Imran kepada wartawan di lobi Markas Polda Riau menyebutkan, selama 3 hari belakangan tim sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di 6 lahan bekas kebakaran lahan milik perusahaan atau korporasi.

”Kkami dari Direktorat Tipiter, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau dan penyidik PPN Kementerian LHK berada di Riau sudah turun di 6 titik di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu dan Siak,” bebernya yang ketika menyampaikan keterangan pers didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Setya Agung Imam Effendi dan Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani dan .

Sebelumnya, Satgas Gakkum Terpadu Karhutla telah menyegel 10 lahan bekas lahan terbakar penyebab bencana kabut asap milik korporasi atau perusahaan.

Tetapi setelah dilakukan proses olah TKP yang juga melibatkan ahli, yang memungkin dilanjutkan proses hukumnya hanya 6 kasus. Enam kasus Karhutla itu berada di areal konsensi perusaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan perkebunan sawit.

”Keenam lahan itu adalah milik konsensi PT Gandaera II di Inhu dan Pelalawan. Lalu milik PT WSSI, PT RML, PT DKM, PT TKWL dan PT GSM,” ungkapnya seraya menambahkan khusus untuk PT Gandaera, kata Fadil, masih proses penyelidikan, pengambilan sampel.

Secara menyeluruh, ungkap Fadil lagi, luas lahan perusahaan yang terbakar bervariasi, antara 40 sampai 100 hektare. Totalnya diperkirakan mencapai 300 hektare.

Diakuinya, proses pembuktian di lapangan memerlukan waktu yang panjang. Pembuktiannya harus berdasarkan scientific crime investigation. “Kendati begitu, selama unsur pidananya cukup, langkah selanjutnya pasti akan penetapan tersangka,” pungkasnya. *

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here