Unjurkasa Karhutla Berakhir Anarkis

0
21

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Aksi unjurkasa seribuan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan 17 September berakhir anarkis.

Aksi yang belangsung di gerbang masuk Markas Polda (Mapolda) Riau, Selasa (17/9/2019) sore, awalnya berlangsung damai. Namun, unjukrasa mulai memanas ketika para pengunjukrasa ngotot ingin menjumpai Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo.

Para mahasiswa ini ingin menampaikan langsung aspirasi mereka terkait lemah penegakan hukum bagi pelaku pembakar hutan dan lahan (karhutla). Salah satunya, polisi baru menetapkan satu tersangka dari perusahaan atau korporasi. Sisanya masyarakat perorangan.

DITUNTUT MUNDUR : Salah satu permintaan mahasisai pengunjurkasa. Jika tak berani tindak korporasi, Kapolda Riau cabut saja….

Karena tidak bisa menjumpai orang nomor satu di instansi Polda Riau ini, massa pengunjukrasa nekat menerobos pagar. Aksi dorong dorongan itu menyebabkan pagar besi Mapolda Riau jebol.

Pihak keamanan terpaksa menyemprotkan air melalui mobil water canon. Di barisan depan, mahasiswa terlibat bentrok fisik dengan petugas keamanan yang membentuk blokade.

Akibatnya, seorang mahasiswa mengalami patah tangan dan puluhan rekannya mengalami luka luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit. Sementara 7 (tujuh) personil keamanan, 3 dari Polda dan 4 dari Polresta Pekanbaru juga luka luka dan dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau, Jalan Kartini Pekanbaru.

Paur Humas Polresta Pekanbaru Ipda Budhia Nanda membenarkan adanya personil Polresta yang mengalami luka akibat aksi anarkis mahasiswa di Markas Polda Riau. Korban dari pihak kepolisian ini terdiri 3 personil Polda, dan 4 lagi dari Polresta.
Budhia menuebutkan, pihaknya tidak akan melakukan penahanan terhadap pengunjukrasa yang terlibat dalam aksi anarkis itu.
Ini merupakan perintah langsung dari Waka Polda Riau, Brigjen Pol Wahyu Widada.

”Adanya polisi yang terluka dalam pengamanan unjukrasa adalah resiko tugas. Nanti kita obati termasuk adik adik mahasiswa tadi,’ ungkapnya kepada wartawan. *

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here