Ketua Apegti Riau Sarankan Tim Monitoring Gula Rafinasi

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Gula dan Terigu Indonesia (APEGTI) Provinsi Riau Ir. Nur Ja’far Marpaung, MSc menyarankan pemerintah daerah segera membentuk tim monitoring gula rafinasi (oplosan).

Pasalnya, hasil pemantauan DPP APEGTI Riau, gula rafinasi ini banyak beredar di Riau dan sekitarnya. Bahkan dia mensinyalir gula rafinasi gula dengan pemurnian tinggi dijual bebas di pasar tradisional.

“Selama ini distributor lebih suka menjual gula rafinasi atau yang oplosan dikarenakan harganya lebih murah,” kata Nur Jaf’ar.

Disebutkannya, gula oplosan ini dijual sekitar Rp5.500 hingga Rp 6.000 per kilogram (kg). Sementara harga gula biasa mencapai Rp12.500 per kg. Bahkan bentuknya cenderung menyerupai tepung, dan bila dicampur relatif sulit diketahui

Selain dijual murni, ada juga pedagang yang mengoplosnya dengan gula biasa. Gula rafinasi tersebut berukuran lebih halus dibanding gula biasa. Ada juga pedagang yang menjual gula rafinasi seharga yang sama dengan gula biasa.

“Sehingga keuntungan yang didapatkan lebih besar,” kata Nur Jaf’ar.

Padahal, imbuhnya, erbuatan yang dilakukan oleh para oknum pengusaha importir telah melanggar pasal 7 Undang undang Nomor 7 tahun 2014 , tentang perdagangan atau pasal 142 junto Pasal 39 UU nomor 18 tahun 2012, tentang Pangan dan Pasal 62 UU Nomor 8 tahun 199, tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman lima tahun penjara.

Nur Jaf’ar, tim yang dibentuk pemerintah ini diperlukan untuk memantau peredaran gula refinasi di Riau. Tim semestinya terdiri dari berbagai pihak instansi terkait, karena gula rafinasi tersebut banyak didatangkan dari luar. Sehingga pintu masuk harus dijaga, baik pelabuhan resmi maupun tidak resmi. *

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here