Modus Tawarkan Jimat, Komplotan Penipu Raup Uang Korban Rp119 Juta

0
14

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Komplotan penipu dengan modus menawarkan jimat yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit berhasil menggondol uang korban, Nia Fitrisia sebesar uang Rp 119 juta. Dua dari 4 tersangka akhirnya berhasil dibekuk tim Buru Sergap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Awaluddin Syam dalam keterangan persnya di lobi markas kepolisian setempat, Jumat (16/8/2019), membenarkan kejadian adanya penangkapan tersebut. Dikatakan, kedua tersangka yang berhasil diringkus, yakni M Sahil alias Pak Ing, warga Dusun Kecamatan Tanjung Tebat, kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan dan Gempa Ardi Arta alias Gem, warga Jalan Pancur Mas, Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Bengkulu.

”Kedua anggota komplotan ini hanya bermodus jimat Mustika Sulaiman yang katanya bisa menyembuhkan penyakit,” ungkapnya.

Menurut Awaluddin Syam, kedua tersangka melakukan aksi bersama dua rekannya, Pop Mie (DPO) dan seorang perempuan berinisial Mey (DPO). Dalam aksinya, Pop Mie mengaku sebagai warga negara Malaysia dan bicara dengan logat Melayu.

Dalam aksinya, tersangka Pop Mie mengaku warga Malaysia yang akan memulangkan jimat Mustika Sulaiman ke Museum Riau. Lalu tersangka M Sahil dengan Mei yang pura pura pasangan suami isteri seolah olah tertarik untuk membelinya. Di samping komplotan ini ikut nguping pembicaraan mereka sang korban.

Kemudian korban digiring keempat korban ke Biggby Coffee di Jalan Tuanku Tambusai, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan. Di kafe ini lah seperti dihipnotis, korban menyerahkan ATM sekaligus nomor PIN nya. Korban nurut saja karena pasangan Sahil dan Mei juga menyerahkan ATM dan PIN-nya.

Terakhir ketika uang di dalam ATM korban sudah berhasil dikuras para pelaku, korban baru tahu ternyata Sahil dan Mei adalah bagian dari anggota komplotan penipu tersebut.

“Dua pelaku berhasil kita tangkap, sementara dua lagi dalam pengejaran,” kata Awaluddin.

Kedua tersangka, M Sahil dan Gempa Ardi, imbuh Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru dijerat Pasal 363 atau 378 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun pidana. **

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here