Gila! “Debt Collector” Pinjol Desak Debitur Jual Ginjal

0

SURABAYA, KANALRIAU.COM — Aksi penagih utang atau debt collector” pinjaman online (pinjol) kian tak beretika dan membuat debitur stress.

Betapa tidak, mereka tak sungkan sungkan untuk mendesak debiturnya yang tak mampu bayar tagihan beserta bunga yang cukup tinggi dengan menjual ginjalnya.

Itu terungkap ketika 25 debitur pinjaman online (pinjol) melapor ke Direktorat Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Jawa Timur di Surabaya, Minggu (25/8/2019).

Seperti dilansir dari vivanews.com, mereka melapor karena dua alasan; tercekik bunga tinggi tanpa konfirmasi dan ditagih pihak pinjol dengan cara kasar, bahkan merendahkan martabat.

Didampingi kuasa hukum dari Toni and Partner, sebanyak 15 korban yang melapor ke Polda Jatim. “Ini klien yang baru teken kuasa, sebelumnya sudah melapor klien kami sebanyak sepuluh orang,” kata kuasa hukum korban, Tony Suryo.

Dia menjelaskan kebanyakan kliennya adalah mereka yang terdesak kebutuhan sehingga tertarik ketika menerima pesan tawaran pinjol. Saat mendaftar, rata-rata menyadari bahwa mereka berutang dengan bunga tinggi dan jatuh tempo singkat.

“Tapi cara menagihnya dari debt collector yang membuat klien kami tidak nyaman,” ujar Tony.

Berdasarkan cerita korban, lanjut Tony, rata-rata aplikasi menawarkan pinjol dengan limit pinjaman Rp1 juta sampai Rp1,5 juta. Selain nomor debitur, pihak pinjol juga meminta dua nomor darurat dari anggota keluarga peminjam. Tempo pembayaran amat singkat yakni satu minggu.

Uang yang diterima kliennya juga dipotong di depan. Ada yang meminjam Rp1,5 juta, tetapi menerima hanya Rp800 ribu. Tidak bayar satu-dua hari saja ditagih melalui pesan singkat dengan cara kasar.

Anehnya, pesan tagihan juga dikirim ke seluruh kontak debitur. Padahal, kliennya hanya memberikan dua nomor kontak darurat saja.

“Ada yang menagih klien kami suruh jual diri saja. Ada yang sampai bilang suruh jual ginjal kalau enggak kuat bayar utang. Ini bikin klien kami resah,” kata Tony.

Di Riau sendiri, korban Pinjol ini lumayan banyak. Beberapa waktu lalu LBH Pekanbaru yang beralamat Jalan Kuda Laut, Sukajadi Pekanbaru juga sempat membuat Posko Pengaduan bagi debitur yang menjadi korban pinjol. **

Editor : Adri Akbar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here