Jambret Babak Belur Di-”hakimi” Massa

0
22

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Arahman Agustin Putra (23 tahun), warga Jalan Kayumanis, Kelurahan Sidomulyo Timur, Marpoyan Damai babak belur di-”hakimi” massa, setelah gagal saat menjambret di Jalan Belimbing Pekanbaru. Akibatnya, wajah pelaku bonyok dan darah bercucuran.

Kejadian itu terjadi pada akhir pekan lalu. Ketika itu korban Dinda Ariani (19) sedang melintas di tempat kejadian perkara. Siang itu dia hendak pulang ke rumah dengan menggunakan sepeda motor. Sambil berkendara, korban menelpon kakaknya. Telepon seluler itu diselipkan di antara kuping dan smartphone-nya.

Namun tepat di depan kedai kopi Abnur, tiba tiba datang sepeda motor lain langsung memepet sepeda motornya. Pengendara seorang pria tak dikenal langsung merampas smartphone yang sedang digunakan Dinda. Kaget bercampur terkejut, korban terjatuh di badan jalan sebelah kiri.

Apesnya lagi, jaket penjambret ini juga menyangkut di stank motor korban. Pelaku pun ikut terjatuh. Korban jadi terseret. Di waktu yang bersamaan, wanita muda ini lalu berteriak; ”tolong, tolong, jambret!”. Warga yang berada di TKP langsung mengejar pelaku dan menghajarnya.

Pelaku yang ternyata merupakan narapidana warga binaan Lapas Kelas III B Rumbai, Pekanbaru yang melarikan diri pada 15 Agustus 2019 bonyok dikeroyok warga. Setelah berdarah darah, pelaku baru diserahkan ke Polsek Bukit Raya.

Kasubag Humas Polresta Pekanbaru, Budhia Ananda yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, membenarkan kejadian itu. Dikatakannya, Pelaku bersama barang bukti berupa 1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam, handphone merk Vivo Y71 milik korban serta jaket hitam yang dipakai pelaku kini diamankan ke Kapolsek Bukit Raya guna proses hukum lebih lanjut. **

Liputan : Deni Baswir.
Editor : Adri Akbar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here