Digagalkan, Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp14,6 M ke Singapura

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Petugas Direktorat Polair Polda Riau dibantu Satpolair Tembilhan, Sabtu (17/8/2019) dinihari tadi, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan benih lobster (baby lobster) ke negara jiran Singapura. Kerugian negara yang berhasil diselamatkan mencapai Rp14,6 miliar.

Demikian diungkapkan Direktur Dit Polair Polda Riau Kombes Pol Badarudin dalam ekspose perkara tersebut di lobi Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru, siang tadi.

Ketika memberikan keterangan pers tersebut, Direktur Dit Polair Polda Riau didamping staf Bid Humas Polda Riau AKBP Ramlan dan Kepala Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru, E Sulystianto.

Menurut Badarudin, pengungkapan perkara itu berawal saat Kapal Polisi IV – 2002 melakukan patroli rutin di wilayah perairan Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (16/8/2019) sekira pukul I9.00 WiB. Petugas di kapal ini mendapat informasi bahwa ada sebuah mobil dari arah Jambi tujuan Tembilahan membawa bibit baby lobster.

Setelah memastikan mobil itu membawa baby lobster yang akan diselundupkan melalui Tembilihan, personil Polair langsung mengejarnya. Mobil tersebut lari ke arah kebun sawit di Desa Pulau Palas, Kecamatan Tembilahan Hulu, Inhil. Sayangnya, mobil berhasil dihentikan, namun supirnya melarikan di kebun sawit di bawah kegelapan malam.

Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 14 box baby lobster jenis pasir dan jenis mutiara. Dari 14 box ini, masing masing box terdapat 30 kantong plastik. Masing masing kantor kalau jenis pasir isinya kira 248 ekor bibit baby lobster.

‘Sedangkan jenis mutiara jenisnya 101 ekor baby labster. Memang kantongnya dipisahkan. Karena jenis mutiara ini nilai ekonominya lebih tinggi, yakni per ekornya Rp200 ribu. Dari hasil penghitungan Balai Karantina Ikan, nilai kerugian negara yang berhasil diselamatkan kurang lebih Rp14,6 miliar,” katanya lagi.

Kepala Kantor Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pekanbaru, E Sulystianto menambahkan, barang bukti hasil sitaan itu nanti akan dilepasliarkan di kawasan konservasi di wilayah Provinsi Sumatera Barat.**

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here