Demonstran Desak Kejati Usut Monopoli Proyek di Setdaprov Riau

0
140

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Pihak Kejati dan penyidik Ditreskrimsus Polda Riau didesak untuk mengusut dugaan monopoli proyek di lingkungan Setdaprov. Ada dugaan orang orang gubernur dan wakil gubernur terlibat dalam jaringan mafia pengaturan proyek di Pokja Lelang.

Desakan itu diungkapkan Kordinator Lapangan (Kotlap) Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Riau M Fadillah saat menggelar aksi di gerbang masuk kantor Kejati, Jalan Arifin Achmad Pekanbaru, Selasa (27/8/2019).

Dia menyebut orang orang Gubernur dan Wakil Gubernur melakukan praktek pungli sebesar 3 persen dari nilai proyek yang akan dilelang. Setoran itu di-”kutip” kontraktor gubernur bernama Opit Centang dan Ikhsan, kontraktor binaan Yan Natar, yang notabenen merupakan adik kandung Edy Natar Nasution, Wagub Riau.

Tidak itu saja, praktek jual beli proyek Penunjukan Langsung (PL) diduga juga dilakukan Kasubag Pemeliharaan Hari Setiadi dan Kasubag Pengadaan M Wahyudi alias Boy dengan setoran 10 persen dan disetorkan ke Haryadi selaku Kepala Biro Umum Setdaprov Riau.

”Pak Kejati tolong juga usut dugaan korupsi jalan layang atau fly over yang depan Mal SKA. Proyek ini mark-up nya gila gilaan,” tukas Fadillah.

Dalam aksinya, para demonstan mengusung spanduk berukuran besar yang memuat foto Pokja Thomas Triadi dan Beni Saputra. Karena menurut temuan BPK Riau, imbuh Korlap Aksi, ada kerugian negara dalam pembangunan fly over dan kantor Kejati Riau yang baru dimana Thomas dan Beni dituduh menerima 3 persen dari perusahaan pemenang tender.

Usai menyampaikan pernyataan sikap mereka, massa ini pun membubarkan diri dengan tertib. Sebelum meninggalkan tempat aksi, mereka janji akan kembali menggelar demonstrasi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi. *

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here