BRG Bantu Satgas Padamkan Api

0
62

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Badan Restorasi Gambut (BRG) membantu Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau memadam api di sejumlah wilayah di Bumi Lancang Kuning.

Peristiwa kebakaran lahan marak belakangan ini yang menyebabkan wilayah Riau kembali diselimuti kabut asap.

Kepala BRG Nazir Foead dalam siaran pers yang diterima redaksi kanalriau.com, Senin (12/8/2019), menyebutkan maraknya kebakarab lahan saat ini disebabkan masih berlangsungnya proses pembakaran lahan skala besar.

“Yang sangat disayangkan kegiatan tersebut dilakukan secara sistematis oleh sejumlah pihak,” tuturnya.
Kepala BRG ini mengambil contoh kebakaran lahan yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Berdasarkan laporan dari Kepala BPBD Riau Edwar Sanger yang melakukan patroli udara bersama Deputi BRG padai Jumat (9/8/2019) lalu pembakaran tersebut dilakukan secara sistematis.

“Jika ini terus berlangsung, maka makin sulit menghilangkan kabut asap. Kita harap ada penyelidikan lebih lanjut dari aparat hukum,* katanya lagi.

Nazir Foead menambahkan, Polda Riau telah bergerak cepat mengungkap pembakaran sistematis serupa di Pelalawan, yang disaksikan gubernur ketika patroli udara minggu lalu.

Hasilnya, polisi telah penetapan sejumlah tersangka termasuk satu perusahaan perkebunan kelapa sawit. Langkah hukum ini patut diapresiasi.

Terkait kebakaran lahan di Kampar, Riau, Nazir menyaksikan kerja MPA binaan Manggala Agni, personel Dinas LHK Riau, TNI dan Polri melakukan pemadaman. Sumber air dari kanal masih ada walau tidak melimpah.

Diperlukan sumur bor dibangun di tempat dimana air dari kanal sudah terlalu jauh untuk mencapai api.
Beruntung, tambah Nazir, anggota kelompok masyarakat (pokmas) setempat sudah difasilitasi BRG dan Pemprov untuk membuat sumur bor. Dibutuhkan 3-4 jam untuk mencapai air tanah di kedalaman 20 m.

Dengan air yang cukup berlimpah dari sumur dan bisa dipompa utk memadamkan hingga radius 200 meter, dan sumur bor kedua akan dibuat 200 meter dari sumur pertama sehingga api bisa terkepung.

“Saya menyaksikan semprotan air masih sangat kuat di jarak 180 m dari sumur dan pembasahan gambut dapat berjalan dengan cukup efektif,” ungkapnya.

Khusus untuk wilayah Tapung, Kampar yang sedang dikunjunginya, Nazir mengungkapkan akan membangun 50 sumur bor. Hal ini untuk mengantisipasi kebakaran ke depan. Sebagian wilayah tersebut berupa semak belukar, nantinya akan dikelola masyarakat menjadi kebun nanas.

“Sehingga masyarakat bisa menjaga area tersebut dan mencegah kebakaran di saat kemarau,” pungkasnya. **

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here