6 Personil Polda Riau Dipecat

0
28

PEKANBARU, KANALRIAU.COM — Sebanyak 6 personil Kepolisian Daerah (Polda) Riau dipecat atau diberikan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Mereka yang dipecat ini setelah melalui proses sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dan diputuskan melakukan pelanggaran etik dan tindak pidana.

Prosesi PTDH dilakukan dalam bentuk melepas pakaian dinas Polri mereka yang berlangsung di halaman Markas Polda Riau, Senin (19/8/2019) pagi dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo.

Dalam amanatnya, Kopolda menyebut kejadian ini menjadi koreksi untuk kita semua agar semua personil lebih awas dan berhati hati agar tidak terjerumus dalam tindak laku yang bisa merugikan institusi Polri, diri dan selanjutnya merugikan keluarga.

“Yang di PTDH sesungguhnya sudah di ingatkan berkali kali, sudah di sidang berkali kali. Namun tidak ada itikad baik untuk berubah,” katanya.

Adapun mereka yang di-PTDH yakni; (1) Putra Budi Rahmann mantan personil Res Narkoba Polda Riau (2) Harpin, mantan personil Yanma SPN Pekanbaru, (3) Carli Togu Suprianto, mantan personil Sat Narkoba Polres Dumai, (4) Yoga Sakti Munandar, mantan personil Polres Indragiri Hilir, (5) Akhmad Khusaeri, mantan personil Brimob Polda Riau dan (6) Ilham Suardi, mantan personil Sabhara Polres Pelelawan.

Kebanyakan dari mereka dipecat dengan tidak terhormat karena tersandung kasus narkotika dan obat obatan terlarang (narkoba).

Realita ini membuat miris Kapolda Riau. Apalagi seperti diketahui Riau masuk dalam 5 besar provinsi dengan penyalahgunaan narkoba tertinggi. Karena itu, kata Widodo, k ita harus ingat bahwa keluarga kita mengharapkan kita.

“Jangan mengecewakan keluarga. Apapun jenjang Pendidikan saat masuk Polri, semua adalah yang terpilih dengan predikat terbaik. Mengalahkan pesaing lain. Jangan hanya gegara narkoba, lalu terjerumus dan harus terlempar dari organisasi Polri yang sudah dimasuki dengan kegemilangan,” pungkas Kapolda Riau. **

Liputan : Deni Baswir
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here