Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Salahkan Bea Cukai Atas Maraknya Barang Impor Ilegal

0

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Maraknya barang impor ilegal dirasa merugikan banyak pihak. Selain negara dari sisi pendapatan, pedagang yang menjual produk lokal juga sangat sulit untuk bersaing. 

Atas kondisi itu Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jhon Romi Sinaga meminta agar pihak Bea Cukai selaku institusi yang bertanggung jawab serius menangani persoalan barang impor ilegal.

“Saya melihat Bea Cukai (kantor layanan Pekanbaru abai dan tidak serius dalam menangani kejahatan para impotir nakal yang merugikan negara tersebut,” sebut Romi kepada kanalriau.com, Rabu (17/7/2019).

Disampaikan dia, keberadaan produk impor tanpa cukai memang bukan lagi sebuah rahasia di Pekanbaru. Bahkan sejumlah pedagang terang-terangan berjualan. 

Informasi yang ia dapat, barang-barang ilegal itu masuk melalui pelabuhan tikus sekitaran pelabuhan yang ada di Kota Pekanbaru tanpa ada penindakan tegas dan berkelenajutan oleh pihak Bea Cukai dalam memerangi kejahatan para mafia impor.

“Saya melihatnya Bea Cukai tutup mata. Jangan begitulah ! Itu kan tugas dan tanggung jawab anda. Saya yakin semuanya tanpa cukai dan bisa jadi ada yang bermain dengan membebaskan barang impor ini masuk untuk memperkaya diri sendiri, sehingga tidak mendukung pemko Pekanbaru dalam mengoptimalkan PAD daei sektor barang import ini,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, dari hasil pengecekan langsung ke sejumlah toko-toko besar yang berada di Jalan Sudirman, maupun pergudangan dugaan barang ilegal itu masuk tanpa izin sangat diyakini kebenarannya. Romi mencontohkan barang ilegal tersebut diantaranya berupa pakaian, barang bangunan, makanan dan buah-buahan serta minuman-minuman kemasan.

“Bebas dijual di Pekanbaru dan itu semua tidak ada cukai nya, padahal dari cukai ini pemasukan untuk negara. Maka kondisi begini kami melihatnya BC tidak bekerja dan ada pembiaran dan tutup mata atas pelanggaran ini ,” papar nya.

Bahkan kata dia lagi, ada juga barang-barang ilegal berupa keramik dari Cina, dari Korea, dari Turki. Ia juga meminta Bea Cukai untuk memberikan penjelasan soal maraknya barang ilegal tersebut di Kota Bertuah.

Selain itu juga tegas Romi, penegak hukum dalam hal ini Polda Riau hingga Polres yang ada di Bumi Lancang Kuning untuk bertindak tegas dalam memerangi kejahatan trans internasional yang dilakukan importir yang merugikan negara.

“Kalau Bea Cukai nggak sanggup minta bantu sama pihak kepolisian sana, jangan pura-pura nggak tahu dan tanpa koordinasi,” tegas Romi.***

Laporan : Adri Akbar 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here