Datangi Taman Hutan Raya, DPRD Dapati Parit Tercemar Limbah

0
166
Komisi IV DPRD Riau saat mendatangi lokasi Taman Hutan Raya yang diduga telah tercemar limbah B3.

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Komisi IV DPRD Riau mendatangi Taman Hutan Raya (Tahura) Sutan Syarif Kasim yang berlokasi di Kecamatan Minas, Rabu (15/5/2019). Kunjungan tersebut merupakan rangkaian penelusuran dewan atas adanya laporan dugaan pencemaran limbah beberapa waktu lalu. Adapun dewan yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar, Yurjani Moga, Masgaul Yunus, Syamsurizal dan Manahara Manurung.

Di lokasi, dewan melihat langsung parit dan sungai yang diduga kuat telah tercemar limbah B3. Dewan juga menduga, cemaran limbah tersebut berasal dari aktifitas PT Chevron Pasific Indonesia (CPI).

“Kami mendapati hal itu (limbah) dilokasi. Bahkan dari penglihatan di lokasi, lokasi yang tercemar limbah sudah coba ditutupi dengan terburu – buru sedalam 20 cm. Ini yang kami sesalkan, apakah respon seperti itu sesuai SOP penanganan limbah,” sebut Asri pada saat sidak.

Dari penuturan pihak PT CPI kepada Asri, tumpahan minyak yang berada di lokasi sudah ditimbun. Apa yang disaksikan dewan merupakan pekerjaan awal. Namun setelah melihat langsung ke lokasi, dirinya bersama anggota DPRD lain melihat masih ada minyak yang keluar. Kesimpulan sementara dewan, muara sumber limbah di lokasi masih ada dan belum tertutupi.

Ketua DPD Demokrat Riau itu khawatir paparan limbah di lokasi Tahura bisa mengotori areal pelatihan gajah. Karena tidak jauh dari lokasi temuan limbah, ada sebuah camp pelatihan gajah taman hutan raya. Atas temuan itu, pihaknya langsung meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) agar segera mengecek limbah ke laboratorium.

Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar saat berdiskusi dengan perwakilan PT CPI

“tadi kami sudah minta DLHK melakukan uji laboratorium terhadap komponen limbah yang didapati. Karena beberapa diantaranya ada limbah B3. Kami yang akan menderita, mereka menikmati hasilnya. Kita tentu berharap kepada pihak Chevron yang dulu datang ke Indonesia dan menanam investasinya dengan bumi alam yang bagus, dikembalikannya juga dengan yang bagus. Kami tidak mau dikembalikannya dengan penuh dengan limbah,” tegasnya.

Sementara itu, Manager Corporate Communications PT CPI Sonitha Poernomo menuturkan pihaknya sangat  menyambut baik kunjungan dari Anggota Komisi IV DPRD Riau ke Tahura. Ia kemudian menjelaskan bagaimana pekerjaan di lokasi tersebut dijalankan dengan tetap memperhatikan kelestarian ekosistem. Bahkan kegiatan penanganan, dilaksanakan berdasarkan arahan dan persetujuan dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta dukungan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3) KLHK, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau – UPT KPHP Minas Tahura, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

“Keselamatan dan perlindungan terhadap manusia dan lingkungan di Provinsi Riau merupakan prioritas utama kami. Sebagai kontraktor dari Pemerintah Indonesia, kami melaksanakan program pemulihan tanah terpapar dari operasi di masa lampau di Blok Rokan,” ujar Sonitha.

Lebih jauh disampaikan dia, program pemulihan yang telah disetujui dan diarahkan oleh pemerintah bertujuan mengelola dampak yang pada kebanyakan kasus terjadi sebelum praktik pengelolaan limbah diatur secara spesifik dalam hukum dan perundang-undangan di Indonesia.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Riau telah menggelar rapat dengar pendapat bersama sejumlah instansi. Dimana dalam rapat yang membahas mengenai dugaan pencemaran limbah perusahaan di hutan lindung Tahura yang dilaporkan oleh masyarakat. Hadir dalam rapat tersebut perwakilan PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), selaku perusahaan yang dilaporkan, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang memiliki lingkup tugas di kawasan Tahura.

Anggota Komisi IV DPRD Riau Asri Auzar sebelumnya mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut pihaknya sudah mendapat beberapa penjelasan awal dari kedua pihak yang diundang rapat. Ia mengatakan, memang ada pencemaran lingkungan hidup di kawasan Tahura yang diduga berasal dari PT CPI.

“Ada pencemaran lingkungan hidup di Tahura yang diduga dilakukan oleh PT CPI dan mereka tadi mengakui itu. Memang dikatakannya bukan B3. Tapi mereka mengakui itu tumpahan minyak menutupi sungai di Tahura,” ucap Asri Auzar.

Dia mengatakan, berdasarkan keterangan perusahaan, mereka mengakui terjadi pencemaran limbah di sepanjang 2.4 kilometer sungai di konservasi hutan lindung yang berlokasi di Minas, Kabupaten Siak. Atas kondisi tersebut Asri memastikan bakal melakukan peninjauan ke lapangan untuk mengetahui dampak pencemaran yang terjadi. Bahkan Komisi IV akan membawa sejumlah ahli dalam kunjungan lapangan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Tadi mereka juga menyampaikan bahwa itu sedang dibersihkan. Informasi mereka juga, ada sepanjang 2,4 Km. Tapi berdasarkan aduan masyarakat itu sepanjang sungai, makanya kita akan kelapangan untuk mengecek ini untuk memastikan kebenarannya,” tambah Asri.(adv)

Penulis : Zulfiyanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here