Aliansi BEM se-Riau Bersama PWNU, LAMR dan Ormas Keagamaan Serukan Pesan Damai Paska Pemilu

0
69
Deklarasi : Aliansi BEM se-Riau, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Riau, Lembaga Adat Melayu Riau dan Ormas Keagamaan menyatakan deklarasi damai sekaligus menyerukan agar semua pihak dapat menunggu hasil keputusan KPU sebagai hasil Pemilu yang sah. Foto : istimewa

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang baru saja diselenggarakan 17 April 2019 lalu mendapat apresiasi dari sejumlah kalangan. Utamanya dari kalangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dan organisasi masyarakat keagamaan.

Apresiasi itu diwujudkan dalam deklarasi yang dilaksanakan baru-baru ini. Dalam kesempatan itu selain mahasiswa hadir juga tokoh lintas agama dan budaya. Dalam deklarasi itu juga diserukan agar suruh pihak dapat menahan diri dan berpatokan terhadap hasil penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua PW NU Riau T Rusli Ahmad mengatakan bahwa penyelenggaraan Pemilu tahun ini merupakan perhelatan nasional yang sangat luar biasa. Karena seluruh jenis pemilihan diakomodir dalam satu hari pemilihan saja.

“Ini luarbiasa, penyelenggaraan pemilu terbesar yang dilakukan. Saya sangat apresiasi terhadap KPU dan semua penyelenggara pemilu. Saya berharap pasca pemilu ini kita harus menjaga keharmonisan ketenteraman agar Indonesia tetap aman dan damai,” ujar T Rusli Ahmad kepada kanalriau.com, Senin (6/5/2019).

Untuk proses rekapitulasi suara yang masih berlangsung, PWNU meminta agar semua pihak ikut mengawal dengan tetap mengedepankan persatuan NKRI sebagai kepentingan bersama.

“Kita minta seluruh elemen masyarakat mengawal proses perhitungan suara yang masih berjalan. Siapun yang nanti yang ditetapkan KPU, maka itulah Presiden kita, Presiden yang harus kita hormati dan cintai,” ujar Anggota DPRD Riau itu.

Sementara itu, Ketua LAM Riau Datuk Seri H Al Azhar sependapat dengan digelarnya deklarasi damai diharapkan tak ada lagi masyarakat yang terkotak-kotakkan karena suhu politik yang sempat memanas belakangan ini. 

“Kita juga harapkan kepada TNI dan Polri kawal proses konstitusional ini sampai selesai. TNI dan polri digaris paling depan untuk mewujudkan kedamaian dan kembali merekatkan anak bangsa yang barang kali sudah retak. Kita bersama-sama juga harus bisa move on dari polarisasi ritual politik yang terjadi 5 tahun sekali ini,” ujarnya.

Adapun sejumla poin penting dalam deklarasi diantaranya, mengapresiasi penyelenggaraan pemilu 2019 ini, kemudian turut berduka atas gugurnya pelaksana pemilu sebagai pahlawan demokrasi, menolak segala bentuk delegitimasi hasil pemilu untuk kepentingan politik, mengajak semua pihak mengedepankan prosedur hukum dan tidak mengambil tindakan sendiri menghadapi isu pemilu serta Aliansi BEM se-Riau dan ormas Islam lainnya akan menjadi garda terdepan bagi keamanan , ketentraman dan kedamaian Indonesia.***

Laporan : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here