DPRD Riau Janji Kawal Stabilitas Harga Bahan Pokok

0
108
Wakil Ketua Komisi II DPRD Riau Karmila Sari (dua dari kiri) saat mengikuti rapat bersama satuan tugas (Satgas) Pangan Provinsi Riau memasuki bulan suci ramadhan. Foto : istimewa

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Stabilatas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu fokus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau, khususnya Komisi II yang membidangi persoalan ini pangan. Terlebih saat ini bulan suci ramadan segera tiba.

Dewan tidak ingin, harga di pasaran melambung seiring dengan kebutuhan masyarakat yang meningkat jelang dan saat ramadan. Untuk itu DPRD berjanji akan turut mengawal stabilitas harga agar tetap stabil.

Komitmen itu disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPRD Riau Karmila Sari, Rabu (24/4/2019). Kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau sendiri sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Yang di dalamnya masuk DPRD Riau.

“tadi kan kami sudah rapat di Aryaduta. Utamanya memang membahas persoalan bahan pokok menjelang ramadan. Memang indikasi dari oknum yang ingin mencari untung besar itu ada. Makanya satgas setiap tahunnya harus bekerja ekstra untuk stabilitas harga,” sebut Karmila.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Riau Karmila Sari. Foto : istimewa

Sementara ini, lanjut dia, dari laporan pemerintah daerah penekanan harga bahan pokok sudah bisa dilakukan. Seperti contoh harga bawang putih yang mencapai Rp 40 ribu perkilo. Saat ini sudah berhasil diturunkan ke angka Rp 30 ribu.

Bahkan pemerintah juga sudah menyediakan sebuah situs yang memberi informasi harga bahan pokok di setiap pasar. Disana, masyarakat sudah bisa mengecek trend harga secara riil.

Selain itu, dalam rapat yang diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) itu juga menghadirkan perwakilan dari Badan Urusan Logistik (Bulog). Dimana dalam kesempatan itu, Bulog sudah memastikan stok beras aman hingga 6 bulan kedepan.

Jadi jika ada informasi yang menyatakan Bulog kekurangan stok, dirinya memastikan itu adalah kabar bohong yang sengaja disebar untuk menakut-nakuti masyarakat.

Meski sudah mendapat laporan, Komisi II, dikatakan dia akan terus mengawal harga bahan pokok di pasaran. Termasuk juga meagendakan sejumlah inspeksi mendadak sebelum memasuki bulan puasa.

“Setiap tahun kami turun. Baik bersama satgas. Jadwal tersendiri juga ada. Karena kami betul-betul ingin memastikan bahwa harga di pasaran itu memang stabil. Karena yang dikhawatirkan itu kan oknum distributor yang sengaja menahan barang. Sehingga sulit ditemukan di pasar dan akhirnya mahal. Kami juga sudah minta aparat hukum agar tegas untuk hal-hal seperti ini,” imbuhnya.

Politisi Golkar itu juga menyatakan bahwa DPRD akan menggelar serangkaian rapat komisi khusus membahas persoalan pangan. Beberapa instansi seperti Bulog, Disperindag serta beberapa dinas terkait lainnya akan di panggil untuk memberikan penjelasan kepada dewan. Termasuk juga memberikan sejumlah masukan agar hal yang tidak diinginkan bisa dihindari.(adv)

Penulis : Zulfiyanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here