DPRD Pekanbaru Minta SMK Bina Profesi Utamakan Kualitas Pendidikan, Bukan Bisnis

0
177
Wakil Ketua DPRD Riau Jon Romi Sinaga (kanan).

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru meminta SMK Bina Profesi lebih mengutamakan kualitas pendidikan. Hal itu disampaikan dewan saat melaksanakan rapat dengar pendapat baru-baru ini.

Dalam rapat tersebut, para legislator membedah metode pendidikan yang diterapkan SMK Bina Profesi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Jon Romi Sinaga kepada wartawan, Rabu (3/4/2019). Kata Romi, memang setiap tahun jumlah peserta didik SMK Bina Profesi terus menurun. Dari data yang ia dapat SMK Bina Profesi terdiri dari kelas 1 hingga kelas 3 dengan jumlah siswa sebanyak 75 orang.

Dengan rincian, kelas 1 berjumlah 16 orang, kemudian kelas 2 berjumlah 3 kelas kejuruan masing-masing Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) 10 orang, Usaha Perjalanan Wisata (UPW) 6 orang dan kelas Akuntasi 6 orang. Dan untuk kelas 3, dengan rincian Akuntasi 15 orang, TKJ 11 orang UPW 6 orang.

“Setiap murid dibebankan SPP perbulan Rp370 ribu rupiah. Sementara gaji guru cuma Rp 1,4 juta dengan tenaga pengajar 14 orang. Ini kan cukup mengkhawatirkan,” sebut Politisi PDIP itu.

Atas kondisi itu, lanjut dia, pihak yayasan diminta untuk melakukan evaluasi kembali menjalankan operasional sekolah itu. Karena kebutuhan operasional sekolah akan berefek terhadap peserta didik yang akan dibebankan biaya berupa SPP.

Tidak hanya itu, dirinya mengkhawatirkan kualitas anak didik juga akan berpengaruh terhadap ketersediannya fasilitas pendidikan.

“Jangan karena hanya mengejar keuntungan bisnis akhirnya anak didik menjadi korban,” pintanya.

Ia juga menyarankan agar Dinas Pendidikan untuk lebih selektif dalam menerbitkan izin-izin lembaga pendidikan. Agar dunia pendidikan di Kota Bertuah benar-benar berkualitas dan juga anak didik yang dihasilkan berkualitas.

Disisi lain, pemilik Yayasan SMK Bina Profesi Shofrudin saat di konfirmasi menyatakan tidak tahu hasil rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Pekanbaru.

“Dari mana tahu?” ucap Shofrudin saat ditanyakan apakah benar yayasan pendidikan yang ia pimpin dipanggil pihak DPRD Pekanbaru.

“Nggak tau saya karena kemarin yang dipanggil kalo nggak salah kepsek (kepala sekolah, red),” timpalnya lagi. Dia juga mengaku bukan kepala sekolah SMK Bina Profesi.***

Laporan : ZF Fadjri
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here