DPRD Minta Tindak Tegas Pelanggaran Limbah

0
41
Anggota Komisi II DPRD Riau Bagus Santoso (tengah) bersama nelayan Desa Melibur, Kecamatan Talang Mandau pemekaran dari Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis berfoto bersama usai meninjau kondisi sungai yang diduga telah tercemar limbah. Foto : istimewa

KANALRIAU.COM, PEKANBARU – Sejumlah masyarakat di Desa Melibur, Kecamatan Talang Mandau pemekaran dari Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis mengeluhkan adanya pembuangan limbah ke sungai. Dimana, karena pencemaran tersebut, sungai Mandau yang melintasi Desa Melibur tidak lagi bersih.

Hal itu menyebabkan banyaknya ikan di lokasi sungai mati. Puncak petaka terjadi sekitar sebulan lalu. Dimana jumlah ikan yang dipelihara warga didalam keramba mati. Jumlahnyapun mencapai ribuan ekor.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Riau Bagus Santoso kepada kanalriau.com, Senin (1/4/2019). Dari pengakuan warga yang ditemui Bagus dilokasi, hampir sebulan warga tidak dapat menangkap ikan lagi.

Itu dikarenakan limbah pabrik yang mencemari sungai disana. Bahkan dirinya menyaksikan langsung banyak bangkai ikan bertumpukan. Karena itu warga setempat kehilangan mata pencarian yang berimbas kepada tingkat ekonomi masyarakat.

“ada juga cerita warga lain bernana Salim yang berprofesi sebagai nelayan sungai berasal dari Desa Lubuk Gaung yang juga tinggal di tepi sungai. Salim mengatakan ke saya dirinya sangat kawatir dengan limbah yang meracuni sungai. Sebab gara- gara itu warga tidak dapat lagi menangkap ikan,” pungkasnya.

Anggota Komisi II DPRD Riau Bagus Santoso (kiri) saat meninjau lokasi sungai yang diduga tercemar limbah perusahaan. Foto : Dokumen pribadi Bagus Santoso

Mendapatkan pengaduan warga Bagus Santoso turut prihatin dan mengutuk perilaku tak sehat kepada pihak- pihak yang membuang limbah beracun ke sungai. “ Sebuah sikap yang tak bertanggung jawab jika ada perusahaan buruk perangainya, seharusnya perusahaan menjaganya tapi malahan mengahancurkan lingkungan,” tegas Bagus.

Menurut dia, aksi tersebut merupakan sebuah kejahatan yang tidak bisa ditolerir. Karena pencemaran lingkungan tidak hanya merusak ekosistem tapi juga memiliki dampak yang besar. Terutama mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar. Parahnya lagi berdampak langsung terhadap sendi perekonomian masyarakat.

Apalagi, warga setempat sangat bergantung dengan keberadaan sungai yang bersih. Selain untuk memenuhi kebutuhan air, warga juga menjadikan sungai sebagai sumber penghidupan.

Karena itu, dirinya meminta kepada pihak tekait dan berwenang, agar perusahaan yang tidak mengelola limbahnya dicabut perizinan dan diberikan sanksi tegas. Kendati demikian Bagus tetap menghimbau  agar perusahaan sadar serta mengubah perilaku dengan penuh tanggung jawab mengikuti prosedur dan taat aturan.

Karena di dalam Undang-Undang sendiri telah dijelaskan bagaimana serta apa saja kewajiban perusahaan dalam mengelola limbah yang dihasilkan.

Dirinya juga berjanji, akan membawa persoalan tersebut ke tingkat provinsi. Yakni dengan memanggil seluruh instansi terkait untuk segera melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengambil sampel. Kemudian mengambil langkah tegas kepada perusahaan bila terbukti melanggar.

“Perusahaan itu harusnya menjaga alam, jangan hanya pintar mengeruk keuntungan tapi tak bertanggung jawab menjaga warga dan alamnya,” pintanya.(adv)

Penulis : Zulfiyanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here