Tokoh Lintas Agama Deklarasi Larangan Rumah Ibadah Jadi Sarana Politik

0
141
Tokoh lintas agama di Provinsi Riau membacakan deklarasi larangan rumah ibadah menjadi sarana politik praktis secara bersama baru-baru ini. Foto : istimewa

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – 3.500 tokoh lintas agama melaksanakan deklarasi pelarangan rumah ibadah menjadi sarana politik praktis. Kegiatan itu ditaja oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Riau bekerja sama dengan Kanwil Kemenag Riau. Dimana dalam kegiatan tersebut dihasilkan beberapa butir kesepakatan yang nantinya akan ditindak lanjuti tokoh lintas agama.

Ketua PWNU Riau Rusli Ahmad menyebut butir kesepakatan itu dibacakan secara bersama oleh para tokoh lintas agama.”pertama para tokoh lintas agama sepakat untuk mempertahankan fungsi rumah ibadah sebagai tempat ibadah, membina dan mencerdaskan umat, memfilter dari paham radikal dan intoleransi, serta bebas dari politik praktis,” sebut Rusli Ahmad, Kamis (14/3/2019).

Selanjutnya, dalam deklarasi itu juga disepakati bahwa seluruh tokoh lintas agama ingin mewujudkan seluruh kegiatan keagamaan dirumah ibadah dengan dilandasi nilai nilai ajaran agama, aklahul karimah, nilai pancasila dan UUD 1945.

Termasuk juga dengan membina pengurus rumah ibadah, penyiar agama untuk menjadikan rumah ibadah dari tempat memcaci, menghujat, memecah belas persatuan agama.

“Butir ke-4 deklarasi, seluruh tokoh lintas agama akan menjadikan rumah ibadah sebagai wadah pemersatu umat, penebar hidup rukun dan damai sesuai dengan ajaran agama masing masing dalam bingkai NKRI,” terangnya.

Ia menambahkan, deklarasi yang dihadiri beberapa organisasi keagamaan seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, PWNU Riau, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Perwakilan Umat Budha Indonesia (Wallubi), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) itu dilaksanakan menyikapi maraknya pelaksanaan kegiatan politik praktis di rumah ibadah.

“Ini menjawab seluruh keresahan umat. Baik dari agama Islam, Nasrani, Hindu, Budha. Deklarasi juga mempertegas bahwa Riau bebas dari konflik umat beragama,” tegasnya.***


Laporan : Zulfiyanti
Editor : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here