Ketua DPRD Riau Septina Kagum dengan Buku “Demokrasi Wani Piro”

0
91

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Buku demokrasi wani piro, buah karya Anggota DPRD Riau Bagus Santoso resmi diluncurkan, Senin (4/3/2019). Peresmian yang diadakan di Perpustakaan DPRD Riau itu turut dihadiri Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Anggota Komisi II DPRD Riau Karmila Sari dan Mansyur HS. Termasuk juga sejumlah tokoh pers Riau. Yakni Pemimpin Redaksi Harian Riau Pos M Hapiz.

“Hari ini saya sangat bangga dengan Mas Bagus. Meski sangat sibuk menjalani aktivitas sebagai Anggota DPRD Riau, masih sempat menulis sebuah buku yang saya pikir sangat menarik. Bahkan menggambarkan realitas demokrasi kita saat ini,” sebut Ketua DPRD Riau Septina Primawati dalam sambutannya.

Ia bercerita, bahwa pada tiap periode, Bagus Santoso sudah mencetak beberapa buku dimana kesemuanya merupakan buku favorit istri mantan Gubernur Riau Rusli Zainal itu. Dengan bahasa yang mudah dimengerti dan menggelitik pembaca, Septina yakin buku ke tiga dengan judul demokrasi wani piro tersebut akan laris dipasaran.

“di setiap periode itu ada buku yang dibuat, judulnya menggelitik, jadi kita ucapkan selamat, mudah mudahan cita cita beliau untuk mencapai yang lebih tinggi tercapai,” pungkasnya.

Tidak hanya sampai disitu, Septina dalam kesempatan itu juga menyampaikan harapan agar seluruh anggota DPRD Riau dapat mencontoh Bagus Santoso. Dimana ilmu serta pengalaman yang dimiliki oleh seluruh anggota DPRD kiranya dapat dituangkan kedalam sebuah bacaan. Dengan harapan, para generasi penerus bangsa dapat terinspirasi dan memiliki semangat juang yang lebih dalam memajukan Bangsa Indoensia, khususnya Provinsi Riau.

Penulis buku Demokrasi Wani Piro yang juga Anggota DPRD Riau Bagus Santoso berfoto bersama tamu undangan dalam acara bedah buku di Perpustakaan DPRD Riau.

Untuk diketahui, Buku demokrasi wani piro sendiri berisi 220 halaman yang terdiri dari 3 Sub Bab (Demokrasi, Politik dan Kekuasaan, Riau, Masa Kini dan Masa Depan dan Politik Desa Hidup itu Anugerah). Buku ini merupakan buku ketiga bagi politisi PAN ini setelah sebelumnya sukses melounching buku dengan judul Menantang Elit Parpol dibedah di Kampus UIN tahun 2007 dan Merakyat Tak Dapat Di Buat-buat tahun 2014.

“Ini buku ketiga setelah dua buku sebelumnya dilounching. Semoga bisa bermanfaat, khususnya bagi pelaku politik di Riau,” papar Bagus Santoso dalam peluncuran tersebut.

Bagus menjelaskan, judul yang ia ambil tidak terlepas dari situasi dan kondisi yang saat ini terjadi di tengah masyarakat.”Cerminan pada Pemilu 2014 lalu, tidak bisa dipungkiri jika istilah Wani Piro atau bayar berapa terjadi. Buku ini mengungkap apa yang terjadi secara empiris, buku ini bisa memberikan jawaban dan solusi terhadap situasi politik,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk sama-sama membedah buku karyanya. Ia juga mengajak peserta untuk sama-sama berdiskusi, menuangkan pokok pikiran yang ada. Sehingga seluruh kebaikan yang tertanam tidak hanya tertahan didalam diri masing-masing. Bahkan bisa ditularkan kepada masyarakat luas. Dengan tujuan memajukan Bumi Lancang Kuning.(adv)


Penulis : Zulfiyanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here