DPRD Ikut Berpartisipasi Persiapkan Pemilu 2019

0
68

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau menggelar pertemuan, kemaren, Senin (18/3/2019). Pertemuan yang dipimpin Gubernur Riau Syamsuar itu turut dihadiri sejumlah pimpinan dari stake holder terkait. Seperti Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo, Kajati Riau Uung Abdul Syakur, Pimpinan DPRD Riau yang diwakili Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu serta sejumlah pimpinan stake holder terkait lainnya.

Ada banyak hal yang dibahas dalam pertemuan itu. Salah satunya adalah soal persiapan Pemilu 2019 yang sudah semakin dekat.”DPRD menjadi salah satu unsur pemerintahan di Riau yang menyatakan komitmen untuk mensukseskan Pemilu 2019,” ucap Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu, Selasa (19/3/2019).

Menurut dia, pemilu menjadi salah satu isu krusial yang cukup lama dibahas di dalam rapat. Karena sudah mendekati waktunya. Maka dari itu tadi seluruh daerah memaparkan potensi masalah yang terjadi. Termasuk DPRD yang mendapat laporan langsung dari masyarakat akan potensi masalah yang bisa saja terjadi saat pemilihan.

Seluruh masalah yang disampaikan, lanjut Kordias dicarikan solusi secara bersama. Ia mencontohkan masalah DPT yang sampai saat ini masih dikeluhkan masyarakat. Dimana beberapa warga mengaku tidak masuk kedalam DPT meski telah memiliki KTP elektronik. Begitu juga dengan warga yang sudah terdata namun belum mendapat undangan memilih. Belum lagi masih tapal batas yang dialami masyarakat Rokan Hilir (Rohil) dengan masyarakat Sumatera Utara. 

Dimana ada wilayah yang secara administratif masuk Riau, namun warganya memiliki KTP Sumut. Lantas warga disana meminta agar disediakan TPS khusus.”nah itu juga menjadi problem. Ini yang akan menjadi pekerjaan rumah bersama. Tidak hanya KPU dan juga Bawaslu. Masalah Pemilu merupakan tugas bersama antara Pemprov, DPRD, Polri, TNI, Kejaksaan bahkan seluruh masyarakat harus ikut berpartisipasi,” ungkap Dias.

Wakil Ketua DPRD Riau Kordias Pasaribu saat mengikuti rapat koordinasi bersama Forkompinda Riau.

Selain itu, ada juga laporan mengenai penggunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye. Bahkan ada juga temuan rumah ibadah yang dimanfaatkan oknum untuk menghujat serta mendiskreditkan partai, caleg dan pasangan Capres dan Cawapres. Hal itu tentunya sangat bertentangan dengan aturan yang telah dibuat. Dimana salah satunya larangan mengunakan rumah ibadah untuk dijadikan tempat kampanye.

“Jadi tadi forum meminta agar Kemenag mengeluarkan imbauan terhadap penyalahgunaan rumah ibadah sebagai tempat kampanye. Bahkan saya minta juga supaya bukan edaran lagi yang dikeluarkan. Tapi larangan. Karena kita tidak ingin adanya perpecahan terjadi hanya karena ada hasutan, ujaran kebencian terhadap suatu suku, ras dan antar golongan,” tambahnya.

Kedepan, lanjut dia, DPRD akan terus berpartisipasi secara aktif dalam persiapan penyelenggaraan Pemilu yang kurang dari 1 bulan lagi. Dengan harapan, pelaksanaan Pemilu di Bumi Riau bisa berlangsung dengan tertib, aman dan tenteram. Sesuai dengan sifat masyarakat melayu yang santun dan mengedepankan keutuhan bersama dalam bingkai NKRI.(adv)

Penulis : Zulfiyanti

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here