Caleg Asal Meranti Divonis 3 Bulan Penjara

0
60
Dua terdakwa kasus pelanggaran pemilu asal Kabupaten Kepulauan Meranti, hanya bisa tertunduk saat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (5/3/2019).

BENGKALIS, KANALRIAU.COM – Sidang putusan kasus pidana pemilu yang menjerat oknum Caleg Gerindra Marsita dan seorang tim sukses Fajriah digelar Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Selasa (5/3/2019). Dimana, sidang yang dimulai sekitar pukul 12.00 wib memustuskan keduanya bersalah.

Majelis hakim yang memimpin jalannya sidang memvonis Marsita dan Fajriah 3 bulan penjara. Serta denda sebanyak Rp 24 juta subsider 1 bulan kurungan. Hal itu diceritakan Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada kanalriau.com usai sidang berakhir.

Kata Rusidi, majelis hakim menilai bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar Pasal 280 ayat (1) huruf a Jo Pasal 521 UU RI No. 07 Tahun 2017 tentang Pemilu Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

“Yang berbunyi setiap pelaksana, peserta, petugas dan/atau tim Kampanye, dengan sengaja melanggar larangan pelaksanaan Kampanye Pemilu, sebagaimana dimaksud Pasal 280 ayat (1) huruf h secara bersama-sama telah menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan dalam kampanye,” ucap Rusidi.

Atas putusan itu, dirinya meapresiasi kinerja Bawaslu Kepulauan Meranti yang tergabung kedalam sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Sehingga penegakan aturan pemilu dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Kami apresiasi terhadap kinerja Bawaslu Kepulauan Meranti. Saya berharap bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Artinya, dalam menegakan hukum harus benar-benar konsisten. Yang terpenting profesional,” sebutnya.

Untuk diketahui, kasus tersebut bermula pada saat terdakwa Marsita yang merupakan Caleg Gerindra melaksanakan kampanye di sebuah gedung pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti. Adapun peran Fajriah adalah selaku tim sukses yang mengatur prosesi kampanye.

Masyarakat sekitar yang melihat kampanye di tempat pendidikan lalu melapor ke Bawaslu setempat. Laporan itu di proses Bawaslu hingga sampai ke meja hijau.***


Laporan : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here