Repdem Riau Bakal Surati Presiden Soal Hak Ulayat Warga Koto Aman

0
62
masyarakat Desa Koto Aman, Kecamatan Tapung Hilir Kabupaten Kampar saat menggelar aksi massa menuntut hak atas tanah ulayat yang diduga dirampas oleh oknum korporasi baru-baru ini. Foto : Istimewa

PEKANBARU, KANALRIAU.COM – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Relawan Perjuangan Demokrasi (DPD-Repdem) Riau Hadi Tambusai berencana menyurati Presiden RI Joko Widodo. Itu karena tidak adanya kejelasan mengenai hak atas tanah ulayat warga Desa Koto Aman, Kabupaten Kampar yang diduga telah dirampas oleh sebuah korporasi.

Hal itu disampaikan Hadi kepada kanalriau.com, Selasa (22/1/2019). Kata dia, sebelumnya warga Desa Koto Aman telah menyampaikan persoalan tersebut kepada Presiden ketika berkunjung ke Riau baru-baru ini.

“Kami mendukung penuh perjuangan rakyat Desa Koto Aman untuk mendapatkan haknya soal tanah ulayat yang diduga dirampas oleh PT SBAL. Dukungan ini juga sesuai dengan program Presiden soal reforma agraria atau pendistribusian aset kepada masyarakat,” tegas Hadi.

Saat ditanya kapan pihaknya akan menyurati Presiden, Hadi menyebut masih menunggu itikad baik dari BPN Riau yang berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini. Maka dari itu dirinya memberikan tenggat waktu selama 2 hari kedepan sejak dirinya memberikan keterangan resmi kepada media.

“Kami berikan waktu 2 hari kedepan kepada Kepala Kanwil BPN Riau untuk segera mengerjakan dan memenuhi tuntutan masyarakat Desa Koto Aman. Sesegera mungkin harus dikerjakan dan dituntaskan. Jika masih keras kepala kami akan lakukan upaya untuk menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi,” tuntasnya.***


Laporan : Adri Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here